Sidang DPRK Gayo Lues Penuh Asap Rokok, Begini Alasannya

Spread the love

BataraNews.com – Anggota DPRK Gayo Lues (Galus) tampaknya masih mengabaikan Qanun Nomor 10 Tahun 2013 Tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR).

Saat sidang paripurna RAPBK anggaran 2020 berlangsung sebagian besar para anggota DPRK di Galus merokok, begitu juga sejumlah PNS lainnya.

Bahkan ruangan tertutup itu terlihat diselimuti asap rokok dan tidak ada larangan dari pimpinan sidang.

Terlihat, beberapa anggota DPRK. khususnya laki-laki menyeruput rokok saat rapat tengah berlangsung, terlihat juga mereka sangat menikmati hisapan demi hisapan, tampak juga ada yang menggunakan gading sebagai alat bantu menghisap bahan penghasil nikotin tersebut.

Kenapa hal ini dibiarkan?

Menurut Sekwan DPRK Galus, Syahrulmas mengatakan “Bisa jadi kalau tidak merokok idenya tidak keluar dan setelah merokok pikiran segar dan idenya pun keluar, sehingga tidak ada dilarangan dan dibiarkan saja,”katanya.

Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah terjadi pada kegiatan rapat dengar pendapat tentang tambang yang berlangsung di ruang sidang, Kamis (12/9/2019). Sejumlah wakil rakyat DPRK Aceh Tengah tampak melakukan aktifitas merokok di ruang sidang.

Meski aktifitas merokok di ruang sidang sempat dikritik sejumlah kalangan, namun tidak digubris oleh anggota dewan. [h&y]