Sofyan Basir di Vonis Bebas

Spread the love

BataraNews.com – Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara, Sofyan Basir, tak terbukti memfasilitasi suap di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1. “Mengadili menyatakan terdakwa Sofyan Basir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dakwaan pertama dan kedua,” kata Ketua Majelis Hakim Hariono saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 4 November 2019.

Dengan adanya vonis bebas Sofyan Basir ini, Indonesia Police Watch (IPW) melihat bahwa keberadaan Dewan Pengawas di KPK semakin mendesak diperlukan agar lembaga anti rasuah itu tidak melenceng dari sistem hukum. Selain itu, keberadaan peraturan pemerintah (PP) sebagai penjabaran UU KPK hasil revisi semakin diperlukan. Tujuannya agar KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi benar-benar profesional dan independen.

Proses hukum Sofyan berlangsung sejak tahun lalu. Mulanya ia adalah saksi setelah KPK menetapkan Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka kasus PLTU Riau-1. Kantor dan rumah Sofyan sempat digeledah penyidik lembaga antirasuah pada Juli 2018.

Hakim menyatakan Sofyan tak terbukti membantu mantan Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Maulani Saragih menerima uang suap dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo. Hakim menyatakan Sofyan harus dibebaskan dari segala dakwaan. “Maka terdakwa harus dibebaskan dari segala dakwaan,” kata hakim.

Komisioner baru KPK maupun Dewan Pengawas KPK harus mampu membersihkan lembaga anti rasuah itu dari manuver politik pihak-pihak tertentu. Sehingga dalam melakukan penegakan hukum, KPK bisa memegang prinsip hukum, “lebih baik membebaskan 1.000 orang yang bersalah ketimbang menghukum 1 orang yang tidak bersalah”.

Kasus Sofyan Basir menjadi pelajaran berharga untuk intropeksi bagi jajaran KPK dan Komisioner yang baru dan Dewan Pengawas KPK agar tidak terulang kembali. [hmy]