BataraNews.com- Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad menerima pesanan Kendaraan Khusus berupa Panser Anoa dan Panser Badak dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Untuk memenuhi pesanan tersebut, Divisi Kendaraan Khusus menerbitkan permintaan pembelian material/komponen power pack kepada Divisi Integrated Supply Chain (ISC) dengan purchase requisition (PR) Nomor 1620001608 tanggal 24 Juli 2017 dan 1620001735 tanggal 16 November 2017.

Berdasarkan permintaan tersebut, Divisi ISC mulai melaksanakan proses pengadaan barang/jasa. Panser Anoa dan Badak memiliki spesifikasi mesin khusus yang diproduksi hanya oleh Renault Trucks Defense S.A.S. Berdasarkan kekhususan spesifikasi mesin tesebut, Vice President (VP) Supply Chain mengusulkan penunjukan langsung kepada Renault Trucks Defense S.A.S untuk menyediakan mesin panser atau power pack dan suku cadang lainnya kepada Direktur Utama PT Pindad.

Setelah usulan metode pelaksanaan pengadaan barang/jasa disetujui oleh Direktur Utama, Divisi ISC menyusun draft kontrak. Sebelum ditandatangani oleh Direktur Utama, konsep kontrak pengadaan diperiksa dan disetujui oleh manajer pengadaan luar negeri Divisi ISC, VP Supply Chain, Sekretaris Perusahaan, VP Akuntansi dan Keuangan, Direktur Keuangan dan Kinerja, serta Direktur Bisnis Produk Hankam.

Pembelian power pack dan suku cadang tersebut dituangkan menjadi 2 kontrak pembelian. Namun dalam pelaksanaan kontrak terdapat adanya kendala dalam perizinan ekspor yang membuat pengiriman sebagian barang perjanjian terhambat dengan uraian sebagai berikut.

Pengadaan spare parts for PWP 320 HP merupakan pengadaan untuk keperluan suku cadang tahun 2017 yang terdiri dari 6 jenis komponen dengan jumlah bervariasi setiap jenis barang dengan nilai kontrak sebesar EUR 155,967.04. Kontrak pengadaan Spare Parts for PWP 320 HP berlaku efektif mulai tanggal 7 Agustus 2018, yaitu sejak diterimanya uang muka oleh penjual dan persyaratan lain menurut kontrak terpenuhi.

Berdasarkan kontrak, barang perjanjian harus dikirimkan kepada PT Pindad paling lambat 30 minggu setelah kontrak efektif berlaku atau sekitar awal Maret 2019. Pembayaran akan dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas Letter of Credit (L/C) dengan skema pembayaran uang muka 20% dari nilai kontrak atau sebesar EUR 31,193.43, pembayaran tahap kedua sebesar 75% atau sebesar EUR 116,975.28 dan pembayaran terakhir sebesar 5% dari nilai kontrak sebesar EUR 7,798.35.

Pada tanggal 8 dan 9 November 2018 Renault Trucks Defense S.A.S mengirimkan barang perjanjian dengan dokumen airwaybill nomor 235 29406985 dan 065-29541643 yang berisi 4 jenis suku cadang dengan nilai barang sebesar EUR102.050,02. Pembayaran melalui L/C yang telah dilakukan total sebesar EUR 107,730.95.

Pembayaran tersebut terbagi dalam dua tahap yaitu uang muka sebesar 20% dari nilai kontrak sebesar EUR31,193.43 dan pembayaran 75% untuk barang yang telah dikirimkan sebesar EUR76,537.52 (75% x EUR102,050.02). Sampai dengan April 2019 belum ada pengiriman tahap kedua yang dilakukan.

Dengan demikian masih terdapat dua jenis suku cadang yang belum dikirimkan oleh Renault Trucks Defense S.A.S yaitu 10 unit radiator cooling pack dan 2 unit ECU Cooling Pack senilai EUR 54,028.02.(Bersambung…).(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)