Awal Tahun Ini, Kemen ESDM akan Memborong Pakaian Dinas, Berapa Fulusnya, ya?

Spread the love

BataraNews.com- Pada bulan November 2018 ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memiliki proyek pengadaan barang berupa pakaian dinas untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kemen ESDM. Berdasarkan penelusuran Tim Investigator KA, proyek pengadaan ini berada di bawah Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. Adapun wilayah kerja yang akan mendapatkan pakaian dinas ini di Jakarta Selatan.

Rencananya, Kementerian ESDM akan memborong pakaian dinas sebanyak 660 pcs pakaian. Ratusan pakaian dinas ini nantinya diperuntukkan bagi 330 PNS yang bekerja di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. Berarti satu PNS memperoleh dua stel pakaian dinas.

Sedangkan untuk anggaran, uang yang disiapkan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan mencapai Rp389.400.000. Berarti harga pakaian dinas Diektorat Jenderal Ketenagalistrikan Kemen ESDM satu stelnya sebesar Rp 590 ribu. Waktu pengerjaannya sendiri dilaksanakan melalui mekanisme lelang sederhana, dan dikerjakan di bulan Januari 2018.

Selain pengadaan pakaian dinas untuk PNS, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kemen ESDM pada bulan yang sama di bulan Januari 2018 juga akan memborong pakaian untuk pegawai non PNS sebanyak 120 pcs. Untuk harga sendiri dipatok sama dengan pakaian dinas PNS senilai Rp 590 ribu per pakaiannya. Berarti anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan ini sebesar Rp 70,8 juta.

Di bulan Januari 2018 nanti, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan akan menghabiskan uang negara sebesar Rp 460,2 juta hanya untuk pakaian dinas pegawainya. Berapa lagi uang negara yang akan banyak digunakan oleh Kemen ESDM untuk memenuhi kebutuhan pejabatnya?.

Mengingat masih banyak Sekretariat Jenderal di dalam kementerian ESDM, belum lagi soal kebutuhan lainnya, seperti rumah dinas, kendaraan dinas, dan segala macam tektek bengek kebutuhan lainnya.

Terkait hal ini, BataraNews.com sudah mencoba meminta klarifikasi pihak Kemen ESDM. Tapi, hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)