Konflik Kepentingan Merugikan PT AP I, Siapa Biang Keroknya?

Spread the love

BataraNews.com- Kerjasama pengelolaan General Aviation Terminal (GAT) antara PT Angkasa Pura 1(PT AP I) dan PT EJI bermula pada surat Execujet Aviation Group (EAG) kepada PT AP I yang menyatakan minat untuk menjadi Fixed Based Operator di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai – Bali pada tanggal 24 Maret 2012.

EAG kemudian melakukan presentasi business plan pengelolaan private jet di Denpasar yang kemudian disepakati kerja sama melalui Nota Kerja Sama (Memorandum of Cooperation) pada 31 Mei 2012. Namun, perjanjian kerja sama pengelolaan General Aviation Terminal antara PT AP I dan PT EJI tidak sesuai ketentuan dan berindikasi merugikan PT AP I.

Berdasarkan data yang dihimpun Tim Investigator KA, perjanjian kerja sama pengelolaan GAT beserta dokumen pendukungnya diketahui bahwa perjanjian Kerjasaama Pengelolaan General Aviation Terminal antara PT AP I dan PT EJI tidak sesuai ketentuan.

PT AP I tidak membuat analisa rencana bisnis kerja sama pengelolaan GAT dengan PT EJI, PT EJI tidak memiliki Izin Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) dan Ground Handling, dan PT EJI tidak mendatangkan Penerbangan irregular Internasional dan Domestik baru di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai – Bali sesuai proposal perjanjian yang diajukannya.

Lebih lanjut, info dimiliki Tim Investigator KA menunjukkan bahwa PT AP I menyepakati minimum revenue share lebih kecil dibandingkan dengan proposal dan business plan dari PT EJI dan PT AP I kehilangan pendapatan atas pengelolaan GAT dan parking Fee di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai – Bali minimal sebesar Rp37.644.645.041,52  dan senilai Rp4.332.751.569,00.

Mirisnya lagi, Wakil Presiden Direktur PT EJI diangkat menjadi Komisaris PT AP I sesaat setelah mengundurkan diri dari PT EJI. Hal ini berisiko terjadi konflik kepentingan PT EJI dalam PT AP I. Hal tersebut mengakibatkan pengelolaan GAT di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai – Bali oleh PT EJI berindikasi merugikan perusahaan minimal sebesar Rp41.977.396.610,52 dan potensi konflik kepentingan atas pengelolaan GAT oleh PT EJI.

Pasalnya, PT AP I beserta jajarannya tidak melakukan feasibility study sebelum menyepakati perjanjian dengan PT EJI serta Manajemen PT AP I (Business Development Group Head, Business Partnership Departement Head) tidak cermat dalam merumuskan isi surat perjanjian kerjasama sehingga berindikasi merugikan PT AP I. (Fahad Hasan&Tim Investigator KA)