Apa Saja Keistimewaan yang Diberikan PT Patra Jasa kepada PwCIA (I)

Spread the love

BataraNews.com- PT  Patra Jasa berencana untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) dengan tujuan untuk membiayai sebagian kebutuhan modal terkait dengan rencana bisnis PT Patra Jasa ke depannya. Terkait dengan rencana untuk melakukan IPO, PT Patra Jasa di tahun 2017 berkontrak dengan konsultan untuk melakukan kajian untuk menentukan struktur kepemillikan saham yang terbaik untuk tujuan IPO.

PT Patra Jasa telah memiliki  SOP Nomor 1.0002/S0PIUMUM-PJ/01l14 tanggal 1 Januari 2014  tentang PedomanPengadaan Barang/Jasa. Berdasarkan keterangan dari VP Treasury sebagai fungsi pengguna diketahui bahwa pekerjaan persiapan pra-IPO dianggarkan pada RKAP tahun 2017. Proses pengadaan pekerjaan persiapan pra-IPOdilakukan sendiri oleh Fungsi Treasury tanpa keterlibatan dari Fungsi Pengadaan.

Berdasarkan informasi yang didapat Tim Investigator KA, pemeriksaan atas dokumen memorandum Nomor 03ITPP-PJIMlIXl2017 tanggal 8 September 2017 tentang persetujuan anggaran dan pemilihan konsultan proyek Yudhistira diketahui bahwa penunjukan pelaksana pekerja persiapan pra-IPO dilakukan dengan metode penunjukan Langsung dengan PT Pricewaterhouse Coppers Indonesia Advisory (PwCIA) sebagai pelaksana pekerjaan.

Memorandum tersebut menjelaskan bahwa penunjukan langsung kepada PwCIA berdasarkan justifikasi sebagai berikut:

  • PwCIA memiliki keunggulan sumber daya manusia, jumlah personel yang dimiliki lebih banyak dari perusahaan lainnya.
  • PT Patra Jasa sudah pernah bekerja sama dengan PwCIA dalam pembuatan Business Plan di tahun 2015, sehingga PwCIA sudah lebih mengenal kegiatan usaha PT Patra Jasa dibandingkan dengan perusahaan lainnya.
  • PwCIA juga telah digunakan sebagai Financial  Advisory PT Tugu Pratama Indonesia dalam proses persiapan IPO.

VP Treasury menyatakan bahwa sebelum diputuskan untuk menunjuk PwCIA sebagai pelaksana pekerjaan, telah dilakukan survei harga ke beberapa konsultan. Terdapat dua konsultan yang mengirimkan quotation harga jasa konsultansinya, yaitu PwCIA dan BNI Sekuritas.

Pelaksana survei harga tersebut adalah VP Treasury dan Direktur Keuangan PT Patra  Jasa. Survei harga dilakukan secara lisan dan tidak terdokumentasi. Pemeriksaan dokumen pengadaan diketahui, dokumen yang digunakan sebagai perikatan antara PT Patra Jasa dengan PwCIA adalah Engagement Letter yang dibuat oleh PwCIA serta  direviu oleh Fungsi Treasury dan Fungsi Legal PT  Patra Jasa.

Engagement Letter tersebut telah ditandatangai oleh kedua pihak pada tanggal 28 September 2017. Lebih lanjut diketahui bahwa Fungsi Treasury tidak membuat KAK/TOR/RKS dalam pekerjaan persiapan pra-IPO. Lingkup pekerjaan dalam pekerjaan persiapan pra-IPO berdasarkan engagement letter yang dibuat oleh PwCIA.

Fungsi Treasury juga tidak membuat OE/HPS yang digunakan sebagai acuan dalarn menentukan nilai pekerjaan. Nilai dari pekerjaan persiapan pra-IPO adalah hasil kesepakatan antara PT Patra Jasa dan PwCIA. Proses negosiasi harga pekerjaan dilakukan secara lisan dan tidak terdokumentasi. (Lanjut…).(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)