Spread the love

BataraNews.com- Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah seluruh penerimaan pemerintah pusat yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan. Seluruh PNBP harus segera disetorkan ke kas negara setelah diterima. Dan, bagi satuan kerja Badan Layanan Umum (BLU) setiap PNBP harus disahkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Akan tetapi, PNBP Kementerian Agama diduga digunakan langsung tanpa melalui mekanisme APBN sebesar Rp17.500.239.484,67.

Berdasarkan data yang dihimpun Tim Investigator KA, penggunaan langsung PNBP sebesar Rp17.500.239.484,67, hasil pemeriksaan atas pendapatan yang diterima dari satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama, menunjukkan terdapat pendapatan yang digunakan langsung untuk operasional satuan kerja non BLU. Penggunaannya langsung sebelum ada pengesahan pendapatan pada satker BLU sebesar Rp17.500.239.484,67.

Hal tersebut disebabkan Kementerian Agama belum mengalokasikan anggaran yang cukup untuk biaya operasional asrama haji dan wisma Kemenag. Akibatnya, Pendapatan dan Belanja Kementerian Agama belum sepenuhnya mencerminkan kondisi yang sebenarnya sebesar Rp17.500.239.484,67.

Masyarakat menghimbau agar dalam mengelola PNBP melalui mekanisme APBN sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Agar pendapatan dan belanjanya dapat disajikan dalam laporan keuangan dan mengalokasikan anggaran yang cukup untuk biaya operasional asrama haji dan wisma Kemenag.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)