Spread the love

BataraNews.com-Ada sebesar Rp104.740.000 pendapatan sewa milik Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari PT Artajasa pada tahun 2016 berpotensi tidak tertagih. Sebelumnya, PT Artajasa telah mengajukan permohonan pemakaian ruang tersebut dengan surat No.193/AJ/120/2015 tanggal 17 November 2015.

Dan, ditindaklanjuti oleh Biro Umum dengan menyusun konsep perjanjian sewa untuk jangka waktu 1 November 2015 sampai dengan 30 November 2016 (13 bulan) dengan nilai sewa sementara sebesar Rp104.740.000.

Dokumen perjanjian sewa menunjukkan, terdapat pemakaian ruang pada lobby gedung kantor Kementerian BUMN untuk penempatan ATM White Label Artajasa (Bank Himbara) dan basement gedung kantor Kementerian BUMN.

Namun, hingga jangka waktu sewa berakhir, PT Artajasa tidak menandatangani perjanjian sewa dan KBUMN tidak memperoleh pembayaran sewa tersebut. Hal lain juga memperlihatkan Kementerian BUMN sangat terkesan malas-malasan untuk menagihnya. Memang, angka Rp104.740.000 itu bukan angka kerugian, melainkan potensi kehilangan pendapatan.

Tapi, wajar jika publik bertanya, sampai saat ini koq, belum ada kabar telah tertagih? Menginat pentingnya pendapatan, karena negara tengah membutuhkan investasi sangat besar. Maka, masyarakat meminta agar Kementerian BUMN jangan terlihat santai saja dengan tagihan tersebut.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)