Hakim Memvonis tak Bersalah kepada Seorang Muslim, Kemudian Ia Bunuh Diri!

Spread the love

BataraNews.com- Seorang hakim di Thailand Selatan, Khanakorn Pianchana, menembak dirinya sendiri di pengadilan setelah memberikan vonis tidak bersalah dalam kasus pembunuhan. Dilansir Reuters, kasus tersebut melibatkan lima orang beragama Muslim yang didakwa dengan pembunuhan di wilayah selatan Thailand yang mayoritas penduduknya beragama Budha itu.

Khanakorn menembak dirinya sendiri di dada setelah membebaskan para terdakwa pada persidangan yang digelar, Jumat (5/10). Tidak diketahui pasti apa yang melatarbelakangi aksi nekatnya itu. Juru bicara pengadilan, Suriya Hingwilai, menyebut tindakan itu tak ada kaitannya dengan pekerjaannya sebagai hakim. Ia menduga hal itu berasal dari tekanan masalah pribadi.

“Saya mengkonfirmasi bahwa tidak ada gangguan dalam pekerjaan hakim. Mereka independen dalam membuat putusan,” katanya.

Namun, fakta berbeda yang dilansir AFP menyebutkan bahwa tindakan Khanakorn merupakan bentuk protes terhadap sistem peradilan di Thailand.

Sebab, sesaat sebelum menembak dirinya sendiri, Khanakorn menyampaikan permohonan di ruang sidang untuk sistem peradilan yang lebih bersih.

“Anda perlu bukti yang jelas dan kredibel untuk menghukum seseorang. Jadi, jika Anda tidak yakin, jangan menghukum mereka,” kata dia sambil menyiarkan ucapannya itu di Facebook menggunakan HP miliknya.

“Saya tidak mengatakan bahwa kelima terdakwa tidak melakukan kejahatan, mereka mungkin melakukannya. Tetapi proses pengadilan harus transparan dan kredibel, menghukum orang yang salah membuat mereka menjadi kambing hitam,” sambungnya.

Adapun pengacara bagi lima tersangka itu mengatakan Hakim Kanakorn telah memutuskan bahwa bukti jaksa tidak cukup untuk menghukum kelima terdakwa.

“Saat ini kelima orang itu masih ditahan dan sedang menunggu untuk melihat apakah jaksa penuntut mengajukan banding atas pembebasan mereka,” kata Abdulloh Hayee-abu, dari Pusat Pengacara Muslim di Yala.

Lebih dari 7.000 orang tewas dalam 15 tahun konflik di wilayah Selatan Thailand yang mayoritas merupakan Muslim-Melayu. Ribuan di antaranya telah dipenjara karena tindakan terkait dengan pemberontakan, yang diadili dengan undang-undang darurat.

Kelompok-kelompok advokasi di Thailand selatan telah lama menuduh pasukan keamanan melakukan tuduhan palsu terhadap tersangka Muslim dan menggunakan undang-undang darurat tersebut.

Hal itu dilakukan agar mereka bisa diputus bersalah di pengadilan dan mendapat hukuman.(Fahad Hasan&DBS)