Jika Iran Melakukan Ini, Saudi: Perang!

Spread the love

BataraNews.com-Arab Saudi memperingatkan Iran untuk bersiap menghadapi konsekuensi jika ternyata berada di balik serangan drone ke fasilitas minyak Saudi Aramco. Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan bahwa jika penyelidikan menunjukkan serangan itu diluncurkan dari wilayah Iran, Arab Saudi menganggapnya sebagai tindakan perang meski Riyadh tengah mencari resolusi damai.

Di stasiun televisi CNN seperti dikutip Reuters, Ahad (22/9), Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir  mengatakan, “Kami menganggap Iran bertanggung jawab karena rudal dan drone yang ditembakkan ke Arab Saudi … adalah buatan Iran dan dikirim oleh Iran.”

“Jika Anda melancarkan serangan dari wilayah Anda, jika itu yang terjadi maka kami kami akan menganggapnya sebagai tindakan perang,” tegasnya.

Jubeir mengatakan kepada wartawan sebelumnya bahwa Riyadh sedang menunggu hasil penyelidikan setelah mengundang penyelidik internasional untuk bergabung.

Serangan pada 14 September lalu memusnahkan separuh dari produksi minyak mentah Arab Saudi. Serangan itu merupakan yang terbesar terhadap fasilitas minyak di negara pengekspor minyak terbesar dunia.

Riyadh telah menolak klaim gerakan pemberontak Houthi Yaman sebagai pelaku serangan meski mereka mengklaim melakukannya. Washington juga menuding Iran, namun Teheran menyangkal keterlibatan apa pun.

“Jika mereka melanjutkan jalan ini, maka mereka mengambil risiko kemungkinan aksi militer,” kata Jubeir tentang Teheran.

Akan tetapi dia menimpali pernyataannya bahwa tidak ada pihak  yang mau berperang.

“Semua pihak ingin menyelesaikan ini dengan damai dan hasil akhirnya harus mengakhiri kebijakan agresif Iran,” kata Jubeir.

Saudi Arabia menyebut serangan terhadap fasilitas kilang minyak di Abqaiq dan Khurais tersebut sebagai ujian atas upaya mempertahankan tatanan internasional. Negara kerajaan itu akan berupaya membentuk satu front persatuan di Majelis Umum PBB di New York minggu depan. 

“Orang Iran harus tahu bahwa akan ada konsekuensi atas tindakan mereka,” ujar Jubeir.(Fahad Hasan&DBS)