BataraNews.com-Rudal nuklir  balistik hipersonik baru yang diyakini mampu menembus semua perisai anti-rudal milik Amerika Serikat dan sekutunya kemarin dipamerkan militer China.

Parade militer besar yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping untuk menandai peringatan ke-70 berdirinya Republik Rakyat China menampilkan berbagai alutsita China, salah satunya Rudal DF-17 yang dipasang di kendaraan itu.

Rudal baru itu, oleh beberapa analis, disebut sebagai ancaman bagi stabilitas regional, karena kecepatannya memungkinkan untuk mengantisipasi lebil awal serangan musuh. 

Dalam laporannya, Aljazeera.com, pada Rabu (2/10) mengatakan, dengan kecepatan tinggi itu serta penggunaan rudal yang dapat dikendalikan secara independen untuk mengirimkan hulu ledak, membuat senjata itu jauh lebih sulit untuk dideteksi dan disadap pihak lawan.

Teknologi peluncur hipersonik DF-17 juga memungkinkan untuk terbang pada ketinggian yang jauh lebih rendah sebelum mengoperasikan hulu ledak yang membuatnya sulit untuk dideteksi.

Selama parade 80 menit, Xi terlihat melambaikan tangan ketika senjata dan peralatan terbaru militer diarak di Lapangan Tiananmen Beijing. Turut bergabung dengannya di panggung mantan pemimpin China Hu Jintao dan Jiang Zemin.

Termasuk dipamerkan adalah rudal balistik antarbenua DF-41, dengan jangkauan antara 12.000 dan 15.000 kilometer (7.400-9.320 mil) yang disebut  yang terpanjang di dunia. Menurut analisis oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional, rudal itu mampu menyerang benua AS dalam waktu 30 menit.

Senjata lain yang ditampilkan adalah rudal JL-2, yang dapat diluncurkan dari kapal selam nuklir yang menyediakan perisai nuklir berbasis laut serta generasi baru rudal anti-kapal yang disebut YJ-18, menurut televisi pemerintah CGTN.(Fahad Hasan&DBS)