Dana Hibah Provinsi Jatim kepada RS Pura Raharja Terindikasi Merugikan Daerah senilai Rp4,5 M?

Spread the love

BataraNews.com- Rumah Sakit Pura Raharja mendapatkan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinas Kesehatan sebesar Rp30.000.000.000 pada tahun anggaran 2016. Dana hibah tersebut diketahui untuk pembangunan lanjutan gedung RS Pura Raharja yang sudah dilaksanakan juga secara bertahap sejak tahun 2014.

Pada tahun 2014, RS Pura Raharja memperoleh dana hibah sebesar Rp12.500.000.000, digunakan untuk pembangunan perluasan gedung rumah sakit. Pekerjaan pembangunan tahun 2014 tersebut direncanakan oleh PT. WS Surabaya, pelaksanaan fisik oleh PT. LP, serta pengawasan pekerjaan dilakukan oleh PT. ASA. Lingkup pekerjaan pembangunan tahun 2014 meliputi pekerjaan pondasi dan struktur bangunan hingga lantai 3.

Selanjutnya pada tahun 2016, RS Pura Raharja kembali menerima hibah sebesar Rp30.000.000.000. Dana hibah tahun 2016 ini digunakan untuk menyelesaikan perluasan pembangunan gedung yang meliputi pekerjaan struktur lantai 4 dan 5. Serta pekerjaan arsitektural, mekanikal, dan elektrikal untuk keseluruhan gedung dari lantai 1 sampai dengan lantai 5.

Namun tak disangka, dokumen yang dimiliki Tim Investigator KA menunjukkan bahwa pada pembangunan RS Pura Raharja tersebut terdapat indikasi mark up volume pekerjaan. Yaitu pada harga perhitungan sendiri (owner estimate), dan pada Engineering Estimate (EE), dan Harga Perkiraan Sendiri pekerjaan tambah Addendum II.

Sehingga permasalahan tersebut mengakibatkan terjadinya indikasi kerugian daerah sebesar Rp4.571.941.877.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)