BataraNews.com- Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap dokumen kredit PT ZII, diketahui beberapa permasalahan sebagai berikut:

  • Permasalahan Empat: Pola Restrukturisasi PT ZII tidak berjalan optimal

PT ZII merupakan debitur kelolaan Corporate Banking V Group sejak tahun 2011. Lebih lanjut diketahui bahwa pada tahun 2014 PT ZII melalui Surat Nomor 026/ZUG-Finance/VIII/2014 tanggal 12 Agustus 2014 mengajukan permohonan restrukturisasi fasilitas kredit, pemohonan fasilitas NCL dan perubahan syarat.

Bank Mandiri menyetujui permohonan restrukturisasi tersebut yang dituangkan dalam Nota Analisa Nomor CBG.SOG/OGD.090/2014 tanggal 22 Agustus 2014 dan telah mendapat persetujuan dari Komite Kredit Restrukturisasi Kategori A.4 dengan skema perpanjangan jangka waktu dalam rangka pelunasan KMK dan perubahan fasilitas NCL (LC/SKBDN dan TR) yang jatuh tempo menjadi KMK Post Financing serta perubahan dan penyesuaian limit fasilitas NCL dengan posisi fasilitas tertera dalam Tabel 3.15 Skema Restrukturisasi Fasilitas Kredit PT ZII dokumen Tim Investigator KA

Tabel tersebut menunjukkan bahwa penggabungan KMK, perubahan fasilitas NCL (LC/SKBDN dan TR) yang pastdue (telah melewati batas jatuh tempo) menjadi KMK Post Financing dan perubahan dan penyesuaian limit fasilitas NCL IDR untuk penerbitan Bank Garansi menjadi fasilitas NCL untuk LC/SKBDN dan BG fully switchable dilakukan dalam rangka penyelesaian fasilitas. Namun, restrukturisasi belum berjalan maksimal karena PT ZII tidak dapat memenuhi kewajiban sebagaimana dipersyaratkan dalam restrukturisasi.

Selanjutnya pada 16 Oktober 2014 melalui surat Nomor 048/ZUGFinance/X/2014 mengajukan permohonan pengunduran jadwal pembayaran pokok dan legalisasi pendanaan fasilitas NCL dari CTBC.

Bank Mandiri menyetujui permohonan restrukturisasi tersebut yang dituangkan dalam Nota Analisa Nomor CBG.SOG/OGD.158/2014 tanggal 5 Desember 2014 dan telah mendapat persetujuan dari Komite Kredit Restrukturisasi Kategori A.4 dengan skema perubahan ketentuan pembayaran initial payment dan kewajiban PT ZII mencari investor baru yang akan dilakukan oleh PT ZPE (Group usaha).

Hal tersebut dapat dijelaskan dalam kondisi sebagai berikut:

  1. Pada 6 Oktober 2014, PT ZII melalui Surat Nomor 008/ZUGFinance/X/2014 menjelaskan bahwa PT ZII tidak dapat memenuhi salah satu ketentuan restrukturisasi pada 22 Agustus 2014, disebabkan calon investor tidak memiliki dana untuk disetorkan sebagai initial payment dan mengundurkan diri sebagai investor PT ZII. Selanjutnya PT ZII mengajukan pengunduran (re-schedule) jadwal pembayaran initial payment dan pembayaran angsuran pokok serta legalisasi pendanaan fasilitas NCL dari CTBC.
  2. Selanjutnya pada 28 Oktober 2014 debitur melalui surat nomor 073/ZUG-Finance/X/2014 menyampaikan permohonan pencairan sebagian dana dari rekening escrow yang berasal dari pembayaran proyek untuk keperluan operasional. Permohonan tersebut telah disetujui oleh Komite Kredit Restrukturisasi Kategori A.4, yang dituangkan dalam NAK Nomor CBG.SOG/OGD.158/2014 tanggal 5 Desember 2014 dan didudukkan dalam Addendum VI PK Nomor CRO.KP/144/KMK/2011 Akta Nomor 61 tanggal 27 Mei 2011 tentang persetujuan perubahan syarat dan ketentuan fasilitas kredit a.n. PT ZII. Hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap dokumen addendum Perjanjian Kredit tersebut, diketahui perubahan jadwal initial payment dan angsuran pokok fasilitas sebagai berikut:

A) Persyaratan awal. Pembayaran initial payment dari Investor sebesar Rp125.000.000.000,00 paling lambat dilakukan 30 September 2014 yang akan digunakan untuk menurunkan baki debit KMK Post Financing dan menjadi syarat penggunaan fasilitas NCL. Selanjutnya Investor akan melakukan pembayaran kedua sebesar Rp125.000.000.000,00 paling lambat 31 Desember 2014 yang akan digunakan untuk menurunkan kewajiban pokok dan memenuhi Debt Servise Reserved Account (DSRA).

B) Persyaratan setelah addendum VI Pembayaran initial payment ditetapkan menjadi sebesar Rp265.000.000.000,00 dengan ketentuan: (1) Pembayaran pertama minimum sebesar Rp140.000.000.000,00 selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2015 dengan rincian: (a) Rp125.000.000.000,00 digunakan untuk menurunkan KMK Post Financing. (b) Rp15.000.000.000,00 digunakan sebagai beban operasional. (2) Pembayaran kedua minimum sebesar Rp125.000.000.000,00 selambat-lambatnya satu tahun sejak pembayaran initial payment pertama digunakan untuk pembayaran angsuran pokok paling belakang sebesar Rp110.000.000.000,00 dan sisanya untuk menambah Debt Service Reserved Account (DSRA).

  • Perubahan syarat ketentuan DSRA dari semula dana setoran jaminan digunakan untuk menurunkan outstanding tunggakan bunga, biaya restructuring fee dan DSRA sebesar satu kali angsuran pokok dan tiga kali angsuran bunga menjadi dana setoran jaminan digunakan untuk menurunkan outstanding tunggakan bunga, biaya restructuring fee dan DSRA. Dengan pemenuhan DSRA sebagai berikut: a) Sebelum investor masuk minimal sebesar kewajiban bunga s.d. Maret 2015. b) Setelah investor masuk minimal sebesar satu kali kewajiban pokok dan tiga kali kewajiban bunga.

Restrukturisasi sesuai Nota Analisa Nomor CBG.SOG/OGD.158/2014 tanggal 5 Desember 2014 tentang penyesuaian skema pembayaran initial payment tidak berjalan dengan optimal.

Hal tesebut disebabkan karena PT ZII tidak dapat menemukan investor baru sehingga debitur tidak dapat memenuhi kewajiban sesuai dengan skedul pembayaran.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA) /