Spread the love

BataraNews.com- Bagian Tata Usaha Biro Humas dan Hukum Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) di tahun 2016 memperoleh kucuran dana sebesar Rp 9,9 miliar. Sebagai catatan, uang miliaran rupiah ini diperuntukkan sebagai belanja barang, kegiatan penyelenggaraan keprotokolan, ketatausahaan, dan arsip.

Berdasarkan data yang diterima Tim Investigator KA, Bagian Tata Usaha Biro Humas dan Hukum Kemenpora hanya merealisasikan belanja barang, kegiatan penyelenggaraan keprotokolan, ketatausahaan, dan arsip, senilai Rp 8,8 miliar atau setara 88,91 persen.

Selain realisai yang minim, sebagian besar belanja yang dihabiskan Bagian Tata Usaha Biro Humas dan Hukum Kemenpora ini juga digunakan untuk kegiatan tidak produktif. Contohnya untuk belanja jamuan makan pada kegiatan keprotokolan. Anggaran untuk belanja ini sebesar Rp 3,1 miliar.

Lebih mengkhawatirkan lagi, uang sebesar Rp 3,1 miliar inidalam penggunaannya ternyata banyak kejanggalan. Hal ini terlihat dalam laporan pertanggungjawaban yang disajikan Bagian Tata Usaha Biro Humas dan Hukum Kemenpora, diragukan kebenarannya.

Contohnya pencairan dana belanja jamuan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pihak Kemenpora dalam pelaksanaannya ternyata meminjam uang kepada pihak ketiga untuk membayar uang makan Menteri Imam Nahrawi saat melakukan perjalanan.

Hal ini terjadi karena memang pada faktanya sejak awal pihak Kemenpora tidak menganggarkan biaya jamuan untuk perjalanan Menteri Imam Nahrawi dan pejabat Kemenpora lainnya saat melakukan perjalanan. Akibatnya, saat pelaporan pertanggungjawaban banyak data yang tidak valid alias diragukan kebenarannya.

Hal ini sangat disayangkan oleh masyarakat, karena Kemenpora ternyata tidak becus mengelola anggaran jamuan atau makan-minum. Kalau sudah begini, bagaimana mengelola anggaran lainnya yang lebih besar dan menyangkut kepentingan negara?. (Fahad Hasan&Tim Investigator KA)