Spread the love

BataraNews.com- Dalam rangka menjaga risiko kredit atas kegagalan debitur memenuhi kewajibannya melunasi angsuran yang disebabkan oleh debitur meninggal dunia, Bank Mantap melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan asuransi.

Sehingga terhadap Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Mantap dengan PT Asuransi Jiwa Kredit Taspen (Taspen Life) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) diketahui antara lain bahwa batas maksimal pengajuan klaim asuransi atas debitur yang telah meninggal dunia adalah 90 hari kalender sejak debitur meninggal dunia. Namun, terdapat 44 klaim asuransi senilai Rp5.486.139.486,64 melewati batas waktu pengajuan klaim asuransi kepada asuradur.

Berdasarkan data yang dihimpun Tim Investigator KA, laporan klaim asuransi Bank Mantap kepada Taspen Life dan Askrindo periode Januari 2017 s.d. April 2019 diketahui bahwa terdapat 44 klaim asuransi dengan nilai sebesar Rp5.486.139.486,64 melewati batas waktu pengajuan klaim asuransi kepada asuradur.

Mirisnya lagi, bahwa klaim asuransi yang telah ditolak oleh asuradur adalah sebanyak 41 debitur dengan nilai sebesar Rp5.019.121.402,64, sedangkan klaim asuransi atas tiga debitur dengan nilai sebesar Rp354.059.279,00 masih dalam proses verifikasi oleh pihak asuradur. Seluruh klaim asuransi yang ditolak oleh asuradur tersebut disebabkan karena Bank Mantap melewati batas waktu pengajuan dokumen klaim.

Ironinya, terhadap ketentuan internal Bank Mantap menunjukkan bahwa belum terdapat ketentuan yang mengatur tentang kegiatan pemantauan yang harus dilaksankan Bank Mantap untuk menghindari keterlambatan pengajuan klaim asuransi kepada asuradur.

Atau kondisi tersebut, Bank Mantap menanggung kerugian atas klaim asuransi yang tidak terbayarkan sebesar 5.019.121.402,64 dan berpotensi penolakan klaim asuransi yang terlambat diajukan sebesar Rp354.059.279,00.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)