BataraNews.com – Setelah pakar-pakar ekonomi Malaysia tidak dapat lagi menemukan cara untuk menurunkan harga barang di Malaysia. Rupanya Buy Muslim Products 1st telah menjadi solusinya.

Banyak orang terkejut harga minyak makan boleh turun dari harga 24 ringgit menjadi 14 ringgit hanya untuk menghadapi kampanye BMF (Buy Muslim First) tetapi walaupun harga telah diturunkan, muslim malaysia tetap membeli produk dari pengusaha muslim daripada membeli barang dari pengusaha bukan muslim.

Bukan hanya minyak makan, barang komoditi yang lain juga tiba tiba turun secara drastis, agar muslim membeli batang yang murah, tetap saja muslim hanya membeli barang dari produk muslim.

Kampanye ini bermula sejak masyatakat aseng di malaysia mati matian membantah masuknya pelajaran tulisan arab melayu di sekolah mereka.

Mereka membuat bantahan dengan memasang spanduk besar-besaran dan mengadakan demontrasi membantah penggunaan tulisan arab melayu yang telah direncanakan oleh kementerian pendidikan.

Padahal selama ini mereka mengunakan tulisan arab melayu tersebut hampir 90% dari barang produk mereka untuk menarik 61% market dari rakyat Malaysia yang beragama Islam.

Ternyata selama ini mereka yang mengontrol harga pasaran bahan makanan pokok, terbukti sekarang apabila harga-harga minyak goreng dapat di turunkan 14-15 ringgit sebotol sewenang-wenang mereka tanpa mendapat izin dari kementerian perdagangan.

Hapuskan Monopoli !

Masyarakat melayu dan muslim malaysia selama ini merasa tertipu dengan monopoli harga dan cukup puas dengan bersabar atas harga barang yang tinggi.

Maka Gerakan Buy Muslim First yang dilakukan oleh seluruh pembeli muslim, yang disokong oleh LSM pengguna muslim yang mempunyai keanggotaan lebih dari sejuta orang di malaysia telah memberi kesan kerugian bagi besar bagi ekonomi non-muslim akibat dari digalakkannya untuk lebih utama membeli barangan keluaran bumiputera’ @ buy muslim first (BMF) daripada barang yang diproduksi oleh non-muslim.

Mereka berkata bahwa ini adalah aksi boikot produk mereka, padahal sebenarnya muslim malaysia tidak penah memboikot, tapi kita hanya mengutamakan membeli barang yang diproduksi oleh sesama muslim.[azk]