Spread the love

BataraNews.com- Proses pengadaan kapal pandu type Rigid Hull Inflatable Boat (RIB) 2 x 250 HP sebanyak 12 unit milik PT Pelindo Marine Service (PMS), anak perusahaan PT Pelindo III (Persero), dilakukan dengan metode pelelangan terbuka untuk prakualifikasi penyedia jasanya dan pelelangan terbatas untuk pemilihan penyedia jasa yang telah lulus kualifikasinya. Pelaksanaan lelang dilakukan oleh Bidang Logistik PT PMS.

Sebelum lelang prakualifikasi mulai dilakukan pada tanggal 20 Juli 2017, PT PMS meminta konsultan perencana yaitu PT ITS Kemitraan untuk menyusun dan membuat Preliminary Design, Perhitungan Teknis Spesifikasi Kapal Pandu tipe RIB, penyusunan Estimate Engineering plus reference maker list kapal pandu dan formulasi penilaian dan evaluasi penawaran kapal pandu yang telah dilaporkan kepada PT PMS tanggal 19 Juni 2017. Dalam melakukan pekerjaan jasa konsultansi ini, PT ITS Kemitraan dan PT PMS berpedoman pada perikatan berupa SPK Nomor 15.03123.2.1 /PMS.20 17 tanggal 22 Mei 2017.

Pemilihan ITS kemitraan dilakukan melalui penunjukan langsung dengan nilai pekerjaan sebesar Rp67.000.000,00. Laporan hasil ITS Kemitraan dipergunakan oleh PT PMS untuk menyusun dan menetapkan Dokumen Lelang Pra Kualifikasi dan Dokumen Lelang Pengadaan KapaI Pandu Aluminium Tipe RIB 12 unit. Informasi yang dikumpulkan Tim Investigator KA menemukan masalah dalam proses pelelangan. Masalah-masalah tersebut diuraikan di bawah ini.

Proses pelelangan terbuka prakualifikasi mulai dilakukan sejak pengumuman Ielang prakualifikasi pada tanggal 20 Juli 2017 di Koran Nasional TEMPO tanggal 20 Juli 2017 dan dipublish pada e-procurementsebagaimana tertuang dalam pengumuman prakualifikasi pelelangan Nomor 03/IKLlPMS-2017 tanggal 20 Juli 2017.

Dalam Laporan Hasil Pelelangan Prakualifikasi Nomor ND.1329/LOG/X-2017 tanggal 13 Oktober 2017 diketahui proses pelelangan tahap prakualifikasi diikuti oleh 10 Calon Penyedia Jasa yang telah mendaftarkan diri yaitu:

1) PT TRDI

2) PT EMB

3) PT OS

4) PT TI

5) PT BS

6) PT BTS

7) PT CS

8) PT TCP

9) PT Siagan Boats

10) PT JMI.

Proses kualifikasi calon penyedia jasa dalam pelelangan prakualifikasi ini dilakukan berdasarkan dokumen pelelangan kualifikasi yang telah ditetapkan  oleh PT PMS. Dari 10 calon penyedia jasa yang telah mendaftarkan diri, 7 calon penyedia jasa dinyatakan memenuhi syarat pendaftaran yaitu:

1) PT TRDI

2) PT EMB

3) PT OS

4) PT T1

5) PT BS

6) PT BTS

7) PT CS

Sedangkan tiga calon penyediajasa dinyatakan tidak memenuhi syarat pendaftaran yaitu:

1) PT TCP

2) PT SB

3) PT JMI.

Dalam laporan hasil prakualifikasi Nomor ND. 1329/LOG/X-2017 tanggal 13 Oktober 2017 tidak dijelaskan alasan tiga calon penyedia jasa dinyatakan tidak memenuhi syarat pendaftaran. Penelusuran terhadap dokumen pelelangan kualifikasi diketahui tidak terdapat klausul yang mengatur persyaratan pendaftaran sebagai kriteria dalam melakukan evaluasi terhadap dokumen kualifikasi calon peserta lelang yang dapat digunakan sebagai dasar bagi Bidang Logistik PT PMS  untuk menggugurkan calon peserta lelang.

Dalam pengumuman pelelangan prakualifikasi di Koran Tempo tanggal20 Juli 2017 dan di e-proc PT PMS tidak terdapat informasi yang menyatakan calon penyedia jasa yang tidak memenuhi syarat pendaftaran dapat digugurkan oleh Bidang Logistik PT PMS. Hasil konfirmasi kepada Kepala Bidang Logistik PT PMS pad a tanggal 21 September 2018 diketahui dokumen kualifikasi tidak mengatur kekurangan syarat pendaftaran sebagai kriteria untuk menggugurkan keikutsertaan calon penyediajasa sebagai calon peserta lelang karena menilai Informasi yang terdapat dalam pengumuman pelelangan di Koran Tempo tanggal 20 Juli dan di e-proc PT PMS tanggal 20 Juli dianggap cukup.

Pemeriksaan atas dokumen kualifikasi pada data administrasi PT Tesco Indomaritim yang merupakan kontraktor pelaksana pembangunan kapaI  pandu diketahui bahwa laporan keuangan PT Tesco Indomaritim per 31 Desember 2016 belum audited karena masih dalam proses audit oleh KAP, sementara proses pelelangan prakualifikasi berlangsung pada tanggal 20 Juli 2017 s.d. 13 Oktober 2017.

Seharusnya LK audited tahun 2016 sudah selesai dilakukan oleh KAP mengingat batas akhir pembayaran dan perhitungan pajak tahunan adalah per 31 Maret, sehingga LK audited sudah selesai dilaksanakan oleh KAP sebelum tanggal 31 Maret setiap tahunnya.

Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan pelelangan di mana atas evaluasi data keuangan dilakukan dengan menilai kekayaan bersih perusahaan berdasarkan neraca keuangan perusahaan tahun 2016 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik, BPKP atau BPK.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)