Spread the love

Ketika redaksi BataraNews,com meminta klarifikasi kepada PT HIN, namun disayangkan dari pihak perusahaan tidak ada yang bersedia menanggapi.

BataraNews.com- Pendapatan kamar merupakan pendapatan utama dalam bisnis perhotelan. Dalam rangka menumbuhkan tingkat hunian kamar, PT HIN melakukan kerja sama dengan agen perjalanan (travel agent) untuk memasarkan informasi mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan perjalanan, tujuan, dan tempat wisata, serta fasilitas akomodasi di seluruh unit hotel yang dikelolanya.

Pada mulanya, PT HIN bekerja sama dengan pihak travel agent yang melakukan penjualan dengan cara konvensional yaitu bertatap muka dengan calon konsumen melalui pameran, counter, membagikan brosur,flyer, atau memasang spanduk, serta memasang iklan di majalah atau surat kabar (off-line).

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, PT HIN harus menyesuaikan pola pemasaran hotel dan fasilitasnya melalui aplikasi dalam jaringan internet atau menjadi on-line, dan bekerja sama dengan Online Travel Agent (OTA).

Menurut Rudiana Jones, Founder Indonesian Tour Leaders Association (ITLA) & Wita Tour dalam seminar The Power of Guerilla Tourism & Hospitality Networking yang diselenggarakan TTC Travel Mart, pada bulan Desember 2016 di Jakarta, pada tahun 2016 ada sekitar 4.000 travel agent di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah OTA baru sekitar 40.

Sampai dengan akhir tahun 2017, PT HIN melalui seluruh unit hotel yang dikelolanya, telah bekerja sama dengan 12 OTA, baik dalam negeri maupun di luar negeri agar dapat bersaing dengan kompetitor untuk meraih pasar wisatawan baik domestik maupun asing. Hasil reviu atas dokumen pendapatan, diketahui bahwa pada tahun 2016, PT HIN membukukan pendapatan kamar sebesar Rp329.062.964.808,00, dan tahun 2017 sebesar Rp371.316.900.857,00, dengan rincian yang dimuat dalam Tabel 3.37 sebagai berikut.

Selain itu, dapat diketahui dari Tabel 3.37 bahwa penjualan melalui OTA terus mengalami peningkatan dan berkontribusi besar dalam pendapatan kamar di tahun 2015 s.d. 2017, dengan jumlah rata-rata sebesar 36,88%. Atas kontribusi penjualan kamar oleh OTA kepada hotel tersebut, maka OTA akan memperoleh komisi yang akan dibayarkan oleh pihak hotel atau dipotong langsung oleh pihak OTA dari pembayaran tamu hotel dengan besaran yang disepakati dalam perjanjian antara hotel dengan masing-masing OTA…(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)