BataraNews.com- Pada tanggal 12 Oktober 2011 yang lalu melalui Akta Pendirian No. 40, PT Sentul Investindo (SI) bersama dengan PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika) mendirikan PT Pertamedika Sentul (PS) yang bertujuan untuk menjalankan usaha dalam bidang rumah sakit melalui pembangunan Rumah Sakit Pertamedika Sentul City (RSPSC).

Total kepemilikan saham pada saat pembentukan PS adalah sebesar Rp75.836.533.000,00 dengan komposisi 65% saham milik SI sebesar Rp49.293.746.000,00 dan 35% saham milik Pertamedika sebesar Rp26.542.787.264,00. Namun, pengelolaan PT Pertamedika Sentul tidak dilakukan secara hati-hati (Prudent) sehingga tujuan investasi pada PT Pertamedika Sentul tidak tercapai dan PT Pertamedika belum menerima Branding Fee Sebesar Rp2.322.489.468,00.

Berdasarkan data yang dihimpun Tim Investigator KA, kerugian RSPSC yang menjadi beban Pertamedika tahun 2015 seharusnya sebesar Rp18.541.215.747,00, tetapi yang dapat dibebankan hanya sebesar Rp7.180.763.122,00 karena nilai kerugian secara kumulatif telah melebihi nilai penyertaan modal, yaitu sebesar Rp26.542.787.264,00.

Selain dibebani dengan kerugian usaha tersebut, Pertamedika juga dibebani dengan adanya pinjaman dana talangan kepada pemegang saham yang dilakukan oleh RSPSC sejak Februari 2014 s.d. Oktober 2016 guna membiayai operasional. Walaupun pada saat menyetujui pinjaman dana talangan pada tanggal 28 Juli 2015 melalui Memo No.012/DK. PBM/2015-S0 Dewan Komisaris memberikan catatan bahwa “ini adalah pinjaman dan talangan terakhir”, tetapi realisasinya pinjaman dana talangan terus diberikan sampai dengan Oktober 2016.

Mirisnya, selain pinjaman dana talangan kepada pemegang saham untuk biaya operasional RSPSC, manajemen PS juga meminjam dana ke bank guna membiayai investasi (pembangunan RSPSC dan pembelian alat kesehatan) dan modal kerja sebesar Rp221.021.000.000,00 berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 15 tanggal 11 September 2012 yang ditandatangani oleh Pertamina Sentul (PS) dengan BCA, dengan beberapa agunan/jaminan yang salah satunya adalah jaminan perusahaan oleh Pertamedika. Adapun rincian penggunaan fasilitas kredit yang diperoleh dari BCA.

Lebih spesifiknya, dengan terjadinya kesulitan kondisi keuangan RSPSC yang membebani keuangan Pertamedika, akhirnya melalui persetujuan dari Dewan Komisaris Pertamedika dalam Surat No.009/DK.PBM/2016-S0 tanggal 22 Juni 2016, Pertamedika membuat kesepakatan dengan SI dan PS tentang harga jual saham, nilai total pinjaman dana talangan dan branding fee yang harus dibayarkan ke Pertamedika sejumlah Rp97.386.735.202,00.

Jumlah sebesar Rp97.386.735.202,00 tersebut telah dibayar ke Pertamedika tanggal 29 November 2016 via transfer ke rekening Bank Mandiri Pertamedika.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)