Spread the love

BataraNews.com-PT PAL merupakan salah satu debitur/ perusahaan dalamgroup usaha PAL, bersama dengan PT APESI, PT PSSI, PT GETI, dan PT PMS, bergerak di bidang usaha:

  • Merancang, membangun, merakit (assembling), serta memperbaiki dan memelihara kapal-kapal, mesin-mesin serta alat-alat apung dan peralatannya.
  • Mengembangkan usaha non kapal dalam bidang-bidang Balance of Plant (BOP), Steam Turbine, Diesel Engine, Off shore Structure serta rekayasa non kapal lainnya.

PT PAL sudah menjalin hubungan dengan bank sebagai giran sejak 1986 (ex legacy BBD) dan menjadi debitur sejak 1987 (ex legacy BBD Cab. Surabaya Tj. Perak). Selama periode pemberian kredit Bank Mandiri (dari tahun 2004 s.d 2008), PAL telah menerima beberapa fasilitas kredit (baik Cash Loan maupun Non Cash Loan) yang sebagian telah dapat dilunasi.

Lebih lanjut diketahui bahwa pada tahun 2013 PT PAL mengajukan permohonan restrukturisasi pinjaman sesuai dengan surat permohonan Nomor B/43/60000/III/2013 tanggal 11 Maret 2013.

Atas permohonan itu SAM membuat usulan dalam bentuk Nota Analisa Kredit (NAK) Nomor TFS.SAM/LWO.154/2013 tanggal 26 Juli 2013 dan telah mendapat persetujuan dari Komite Kredit Restrukturisasi Kategori A.4 sesuai dengan Risalah Keputusan Komite (RKK) tanggal 29 Juli 2013, dengan skema restrukturisasi sebagai berikut:

  • Jangka waktu diperpanjang selama 15 tahun (s.d tahun 2028).
  • Angsuran pokok dilakukan per bulan terhitung sejak bulan Juli 2013 s.d 2028.
  • Suku bunga sebesar 4% p.a dan dikenakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan cash flowperusahaan, dengan skema pembayaran sebagai berikut:

(A) Bunga bulan Juli 2013-Juni 2016 adalah 1% p.a, sisanya ditangguhkan.

(B) Bunga bulan Juli 2016-Juni 2019 adalah 2% p.a, sisanya ditangguhkan.

(C) Bunga bulan Juli 2019-Juni 2028 adalah 4% p.a.

(D)  Terhadap sisa bunga yang ditangguhkan akan dijadikan pos Bunga Yang Di Tangguhkan (BYDT) dan mulai diangsur secara bertahap sejak tahun 2022 s.d tahun 2028.

  • Terhadap seluruh tunggakan bunga yang ada s.d saat efektif restrukturisasi dijadikan pos Tunggakan Bunga Yang Dibebankan (TBYD) dan diangsur secara bertahap bersamaan dengan angsuran pokok.
  • Sebagian tunggakan denda digabungkan dengan TBYD dan sisanya (pada posisi cut off date sebesar USD 17,164,783) beserta tunggakan denda yang ada s.d. saat efektifnya keputusan restrukturisasi kredit akan dikoreksi/dihapuskan yang efektif dibukukan setelah fasilitas kredit debitur lunas.
  • Menyetujui skema penjualan stock material eks proyek pembangunan kapal M-256 dan M-257 baik secara dibawah tangan maupun melalui mekanisme lelang eksekusi fidusia dan hasilnya dipergunakan untuk mempercepat angsuran pokok kredit.

Berdasarkan dokumen yang dimiliki Tim Investigator KA diketahui bahwa kredit PT PAL diketahui terdapat permasalahan sebagai berikut:

  • Fasilitas KMK Transaksional dengan underlying project pengadaan 2 unit kapal Double Skin Bulk Carrier (DSBC) 50.000 DWT-Lauterjung (M-256 & M-257) dengan total nilai kontrak sebesar USD58,000,000.00 berisiko menjadi kredit macet.
  • Pembayaran atas penyelesaian 4 unit kapal escort tug (M-262, M-263, M-264, M-265) tidak digunakan untuk menurunkan kewajiban kredit debitur atas fasilitas KMK Transaksional.

Dalam dokumen yang dimiliki Tim Investigator KA dijelaskan bahwa atas permasalahan tersebut, Direksi Bank Mandiri melakukan:

(1) pertemuan dengan PT PAL terkait rencana penyelesaian kredit PT PAL, restrukturisasi kredit, mencari investor, dan untuk menyelesaikan kewajiban PT PAL melalui lelang terkait fasilitas kapal M-256 dan M-257. (2) penagihan, sehubungan dengan empat kapal Escourt Tug yang telah selesai, namun tidak terdapat pelunasan fasilitas ke Bank Mandiri.

Namun, PT PAL menjelaskan bahwa terdapat cost over run atas pembangunan empat kapal. Kepada PT PAL telah diberikan surat peringatan terkait penyelesaian kredit.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)