Spread the love

BataraNews.com- ….Diketahui juga bahwa debitur Bank DKI atas nama LP dengan nilai saldo subrogasi Rp2.000.000.000,00 sejak tahun 2015 belum dilakukan penagihan bersama antara PT Askrindo dan Bank DKI.

Pada tahun 2014 LP menjadi nasabah Bank DKI dengan plafond kredit untuk fasilitas I sebesar Rp1.100.000.000,00 dan fasilitas II sebesar Rp900.000.000,00 dengan agunan berupa dua ruko (SHM) dengan nilai agunan total sebesar Rp1.808.300.000,00. Oleh Bank DKI, kredit LP dijaminkan ke PT Askrindo dengan nilai pertanggungan 100% dari kerugian kredit maksimal dari plafond kredit.

Ironinya, LP tidak dapat melanjutkan membayar kewajibannya dan telah dinyatakan kolektibilitas 5 (macet) dengan nilai kerugian sebesar Rp1.135.115.862,00 untuk fasiltas I dan sebesar Rp928.871.421,00 untuk fasilitas II.

Pada tahun 2015 PT Askrindo telah menyetujui dan membayarkan klaim kepada Bank DKI sebesar nilai pertanggungan yaitu 100% maksimal dari plafond kredit atau sebesar Rp1.100.000.000,00 dan Rp900.000.000,00.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tim Investigator KA, penjelasan dari Relationship Manager Bank DKI diketahui bahwa debitur atas nama LP sudah tidak dapat ditemui, dua agunan berupa ruko yang berada di Sukahati Cibinong pernah dilelang sebanyak dua kali, namun belum ada pembeli.

Dan, penagihan bersama antara Bank DKI dan PT Askrindo KC Jakarta Cikini belum pernah dilakukan. Agunan masih ada sehingga masih berpotensi untuk ditagih subrogasinya.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)