Spread the love

BataraNews.com- Diketahui, debitur Bank Jateng atas nama DRYS dengan nilai saldo subrogasi Rp644.461.693,00 sejak tahun 2017 belum dilakukan penagihan bersama antara PT Askrindo dan Bank Jateng. Pada tahun 2014 DRYS menjadi nasabah Bank Jateng untuk fasilitas kredit KPR dengan plafond kredit sebesar Rp1.500.000.000,00 dengan agunan berupa tanah dan bangunan yang diikat dengan Hak Tanggungan dengan nilai agunan Rp2.503.750.000,00.

Oleh Bank Jateng, kredit KPR atas nama DRYS dijaminkan ke PT Askrindo dengan nilai pertanggungan 70% dari kerugian kredit. DRYS tidak dapat melanjutkan membayar kewajiban dan telah dinyatakan macet dengan nilai kerugian sebesar Rp920.659.561,51. Pada tahun 2017 PT Askrindo telah menyetujui dan membayarkan klaim kepada Bank Jateng sebesar nilai pertanggungan yaitu 70% dari kerugian atau sebesar Rp644.461.693,00.

Informasi yang dihimpun Tim Investigator KA, debitur diketahui memang pernah menunggak membayar angsuran mulai akhir tahun 2016 sampai dengan awal tahun 2018. Pada bulan April 2018 debitur mulai membayar angsuran kembali, total pada tahun 2018 (per tanggal kunjungan 1 Oktober 2018), debitur telah mengangsur sebanyak empat kali yaitu pada bulan April, Mei, Juni, dan September 2018, masing-masing sebesar Rp29.000.000,00 (nilai total setoran sebesar Rp116.000.000,00).

Maka atas setoran debitur tersebut seharusnya terdapat recoveries yang masuk ke PT Askrindo sebesar Rp81.200.000,00. Ironinya, piutang subrogasi debitur atas nama DRYS pada PT Askrindo KC Jakarta Cikini diketahui bahwa recoveries yang masuk ke PT Askrindo baru tiga kali dengan nilai total sebesar Rp60.891.250,00.

Hal ini berakibat, terdapat recoveries dari debitur yang belum disetorkan Bank Jateng ke PT Askrindo sebesar Rp20.308.750,00. Debitur masih diketahui dan agunan masih ada, sehingga masih berpotensi untuk menagih subrogasinya.

RedaksiBataraNews.com langsungmenghungi pihak ASKRINDO untuk mengklarifikasi hal di atas.Namun,anehnya pihak ASKRINDO menyatakan mereka tidak menemukan debitur atas nama DRYS.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)