Spread the love

BataraNews.com- Pada tahun 2016, Perusahaan Gas Negara (PGN) tercatat struktur remunerasi atau harifiahnya adalah penggajian (payment) dewan komisaris dalam satu tahun jumlahnya sebesar Rp23.748.018.147.

Nilai tersebut merupakan nilai payment untuk komisaris utama beserta gabungan lima komisaris yang masing-masing memiliki besaran penghasilan yang sama satu sama lainnya.

Kemudian, dari laporan yang diperoleh Tim Investigator KA diketahui bahwa komponen remunerasi dewan komisaris di PGN per tahun 2016 kisarannya sebagai berikut :

  • Honorarium untuk Komisaris Utama sebesar Rp884.520.000 sedangkan Komisaris Gabungan sebesar Rp3.763.632.600.
  • Kedua, Tunjangan Hari Raya Keagamaan untuk Komisaris Utama adalah sebesar Rp73.710.000. Sedangkan untuk Komisaris Gabungan sebesar Rp331.695.000.
  • Asuransi Puna Jabatan untuk Komisaris Utama adalah sebesar Rp221.130.000. Sedangkan untuk Komisaris Gabungan sebesar Rp940.908.150.
  • Tunjangan Transportasi untuk Komisaris Utama sebesar Rp176.904.000. Sedangkan untuk Komisaris Gabungan sebesar Rp752.726.520.

Tapi, kemudian timbul pertanyaan dari publik. Apakah balas jasa atau imbalan yang diberikan oleh perusahaan kepada Dewan Komisaris PGN sebesar Rp 23,7 miliar itu telah sesuai dengan prestasi mereka membantu perusahaan dalam mencapai tujuan?. Lantaran, tenaga kerja yang tidak berprestasi sama sekali memberikan isyarat bahwa keberadaannya dalam PGN dapat berdampak buruk pada perusahaan.

Sebab tenaga kerja yang kinerjanya buruk dan belum mampu membantu perusahaan dalam mencapai target atau tujuannya, tentunya hal tersebut mengganggu kelangsungan hidup perusahaan.

(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)