Spread the love

BataraNews.com- Modus guna mencari celah untuk mendapatkan keuntungan dalam mengelola keuangan negara di lingkungan pemerintah memang tak pernah ada habisnya. Lihat saja yang terjadi di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Alih-alih ingin menyerap uang negara, justru membuat bocor uang negara.

Diketahui, LRA Kemenaker tahun 2016 menyajikan realisasi Belanja Barang sebesar Rp1.826.927.649.980.00 dari anggaran sebesar Rp2.333.616.041.000 atau 78.28%. Realisasi Belanja Barang tersebut di antaranya terdapat realisasi belanja jasa lainnya.

Belanja jasa lainnya meliputi pembuatan dan penayangan iklan masyarakat pada media televisi nasional dan pemasangan baliho melalui pihak ketiga pada Setditjen Binalattas sebanyak 20 paket pekerjaan sebesar Rp3.918.975.000, serta Setditjen PHI dan Jamsosnaker sebanyak 31 paket sebesar Rp5.389.648.422.

Dari data yang tersaji pada Tim Investigator KA tersebut di atas, ternyata menunjukkan bahwa terdapat permasalahan dalam pelaksanaan pekerjaannya. Permasalahan tersebut meliputi proses perencanaan pekerjaan dan pelaksanaan pekerjaan hingga menjebol uang negara sebesar Rp3.152.820.000.

Angka yang menyesakkan dada apabila kita harus menerima kenyataan bahwa Kemenaker pendapatannya disumbang dari keluarga yang terpisah dari rumah tinggalnya atau biasa disebut TKI. Permasalahan yang tidak enteng di mata publik tersebut mestinya diselidiki oleh POLRI atau KPK, agar berhenti modus-modus baru korupsi dalam pengelolaan keuangan negara.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)