Spread the love

BataraNews.com- Sebelumnya, Tim Investigator KA menemukan SKK Migas telah melakukan perikatan tahun jamak sewa gedung kantor pusat SKK Migas yang diketahui belum ada persetujuan Kementerian Keuangan.

Kini, perwakilan SKK Migas diduga melakukan pemborosan anggaran terkait perkara yang sama, yaitu perikatan sewa gedung kantor dengan kontrak tahun tunggal. Perwakilan SKK Migas tersebut diketahui adalah Jawa, Bali, Madura, dan Nusa Tenggara, yang terjadi pada tahun anggaran 2016.

Sebelumnya, keempat perwakilan SKK Migas tersebut melakukan perikatan dengan pemilik gedung menggunakan kontrak tahun tunggal sejak tahun 2016 dan tahun 2017. Namun anehnya, ternyata terjadi pemahalan harga setiap tahunnya, sebagaimana rincian di bawah ini :

  • Diketahui tahun 2015 harga sewa gedung sebesar Rp1.716.000.000. Kemudian tahun 2016 mengalami kenaikan harga sewa sebesar Rp96.000.000 dari Rp1.812.000.000.
  • Harga malah semakin meningkat menjadi Rp199.320.000 dari Rp2.011.320.000.

Sehingga atas penjelasan di atas, menunjukkan bahwa terdapat kenaikan biaya setiap tahun, dari tahun 2015 dengan adanya perubahan kontrak tahun jamak menjadi kontrak tahun tunggal. Sehingga mengakibatkan pemborosan keuangan negara senilai Rp199.320.000.

Menurut publik, prinsip efesiensi di lingkungan SKK Migas benar-benar tidak diterapkan, sehingga memberatkan rakyat selaku pembayar pajak. Dan, inilah sumbangan terbesar dari SKK Migas yang sekarang dinahkodai oleh Dwi Soetjipto  selaku Kepala SKK Migas, kepada rakyat.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)