Spread the love

BataraNews.com – Sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan merayakan hari Raya ‘Idul Adha atau ‘Idul Qurban. Dalam pelaksanaannya banyak umat Islam juga merasa kesusahan dalam ber-qurban akibat adanya paham yang terjadi bahwa 1 qurban kambing. misalnya, hanya dapat diniatkan untuk 1 orang saja. Padahal dalam praktik Nabi SAW tidak demikian adanya. Berikut Hadist Shahih terkait hal tersebut.

عن قتادة قال، سَأَلْتُ أَبَا أَيُّوبَ الأَنْصَارِيَّ كَيْفَ كَانَتْ الضَّحَايَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَقَالَ : كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ ، فَيَأْكُلُونَ وَيُطْعِمُونَ . (رواه الترمذي)

Artinya :
Dari Qotadah berkata; “Aku pernah bertanya pada Ayyub Al Anshori, bagaimana qurban di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Beliau menjawab: “Seseorang biasa berqurban dengan seekor kambing (diniatkan) untuk dirinya dan satu keluarganya. Lalu mereka memakan qurban tersebut dan memberikan makan untuk yang lainnya.” (HR. Tirmidzi no. 1505, shahih)

Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas :

  1. Seekor kambing cukup untuk kurban satu keluarga, pahalanya mencakup seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.
  2. Oleh karena itu, tidak selayaknya seseorang mengkhususkan kurban untuk salah satu anggota keluarganya tertentu. Misalnya, kurban tahun ini untuk bapaknya, tahun depan untuk ibunya, tahun berikutnya untuk anak pertama, dan seterusnya. Sesungguhnya karunia dan kemurahan Allah sangatlah luas maka tidak perlu dibatasi.
  3. Bahkan Nabi ﷺ berkurban untuk dirinya dan seluruh umatnya. Suatu ketika rasulullah ﷺ hendak menyembelih kambing kurban, sebelum menyembelih rasulullah mengatakan;
    اللّهُمّ هَذَا عَنِّي، وَعَمَّنْ لَـمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي (رواه ابو داود و الحاكم)
    “Ya Allah ini –kurban– dariku dan dari umatku yang tidak berkurban.” (HR. Abu Daud no.2810 dan Al-Hakim 4:229).
  4. Berdasarkan hadits ini, “Kaum muslimin yang tidak mampu berkurban, mendapatkan pahala sebagaimana orang berkurban dari umat Nabi ﷺ.” (Ahkamul Idain, hal. 79)
  5. Adapun yang dimaksud: “…kambing hanya boleh untuk satu orang, sapi untuk tujuh orang, dan onta 10 orang…” adalah biaya pengadaannya. Biaya pengadaan kambing hanya boleh dari satu orang, biaya pengadaan sapi hanya boleh dari maksimal tujuh orang dan kurban unta hanya boleh dari maksimal 10 orang.

Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an :

  1. Perintah berqurban disyari’atkan dalam Islam dan telah disampaikan dalam Al-Qur’an;

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ۞

“Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kautsar: 2)

  1. Perintah Qurban sudah semenjak putra Adam Qobil dan Habil;

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ ۞

“Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka (qurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata; “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata; “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.” (QS. Al-Maidah: 27).