Besarnya Pengaruh Al-Qur’an terhadap Otak

Spread the love

BataraNews.com – Al-Qur’an adalah nikmat terbesar yang dikaruniakan oleh Allah kepada hamba-Nya yang mukmin, bahkan Allah mendahulukan nikmat Al-Qur’an ini sebelum penciptaan manusia. Hal itu termaktub dalam Al-Qur’an dalam urat ar-rahman,

“(Tuhan yang maha pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur’an. Di menciptakan manusia.” (QS.ar-rahman: 1-3) seakan-akan manusia yang tidak membaca Al-Qur’an seperti halnya orang yang tidak diciptakan, dia tidak memiliki kehidupan.

Allah memilih sekelompok dari kalangan orang-orang mukmin dengan nikmat agung yang dikaruniakan kepada mereka, yaitu menjadikan mereka hafal Al-Qur’an dan mengangkat derajat mereka serta melipatgandakan pahala mereka. Allah menyuruh segenap kaum mukmin untuk menghormati mereka dan melebihkan atas kelompok yang lain. Rasullah menyebutkan, “Sesungguhnya Allah mengangkat (derajat) sebagian kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dan dengannya Allah merendahkan yang lainnya.” (HR Muslim, Ibnu Majah, Ahmad).

Muhammad Salim (Universitas Boston) telah melakukan 210 kali penelitian, penelitiannya menunjukkan bahwa ketenangan akan dirasakan jika membaca Al-Qur’an secara tartil sebesar 65% dan mendapatkan ketenangan jika membaca bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an sebesar 35%.

Penelitian juga mengungkapkan bahwa Al-Qur’an 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit. Al-Qur’an juga dapat meningkatkan IQ dan EQ, meningkatkan kecerdasan spiritual juga keseimbangan sel otak. Jika kita membaca Al-Qur’an secara tidak sadar bahwa setiap ayat yang kita baca itu menciptakan gelombang positif pada otak sehingga yang membacanya dapat merasakan perubahan fisiologis.

Jika kita mendengar orang mengidap penyakit kanker kita akan membayangkan persentase untuk mereka hidup itu sangat sedikit dan hanya berujung kepada kematian, dibalik yang kita bayangkan itu ternyata Allah memperlihatkan kekuasaan-Nya melalui Al-Qur’an. Betapa maha besarnya Allah dengan Al-Qur’an menjadi obat penyembuh penyakit yang mematikan.

Sudah banyak orang yang mengidap penyakit kanker ini berujung kepada kematian, dan maha kuasanya Allah mengangkat penyakit ini kepada orang-orang sabar akan ujian yang Allah timpakan kepadanya, yaitu mereka yang memperjuangkan sisa hidup mereka dengan menghafal Al-Qur’an. Fungsi Al-Qur’an dalam penyembuhan penyakit ini adalah mengaktifkan sel otak yang bertugas mengendalikan tubuh dan membuat energi positif didalamnya sehingga mampu menjaga kekebalan tubuh mental dan fisik.

Sel rusak yang terdapat di dalam otak hanya bisa di modifikasi atau diperbaiki oleh gelombang getaran yang berasal dari sel yang sehat dan bersih dan gelombang itu berasal dari Al-Qur’an, sebagaimana Allah telah menerangkan dalam Al-Qur’an surat Al Isra ayat 82 “Dan kami turunkan Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmatbagi oranng yanng beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian”.

Seorang dokter yaitu dr.Nurhayati di malaysia juga mengatakan bahwa Al-Qur’an jika diperdengarkan kepada bayi yang masih di dalam perut ibunya ataupun bayi yang sudah lahir mereka akan tersenyum dan merasakan ketenangan. [Vithya Fitri Hanifa ]