BataraNews.com- Pekerjaan Design and  Build  Pembangunan Dermaga Curah Kering di Terminal Teluk Lamong yang  dilaksanakan  oleh  PT  Hutama  Karya  (Persero)   dengan  Perjanjian Pemborongan Nomor  HK.0502/675/P.III-2014 tanggal 21 November  2014 dan harga pekerjaan sebesar Rp 145.500.000.000,00   termasuk PPN 10%. Jangka waktu pelaksanaan selama 12 bulan kalender terhitung sejak tanggal Berita Acara Mulai Pekerjaan tanggal 2 Desember 2014 dan berakhir tanggal 29 Juni 2016. Masa pemeliharaan ditetapkan selama 6 bulan kalender sejak Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Pertama. Lingkup pekerjaan adalah pembangunan jelty, mooring  dolphin,  dan catwalk.

Perjanjian pekerjaan mengalami beberapa kali addendum  sebagai berikut :

  • Addendum I Nomor  HK.0502/532.1/P.III-2015 tanggal  11 September 2015 adanya pekerjaan tambah kurang dan harga pekerjaan menjadi Rp 116.882.400.000,00.
  • Addendum II Nomor  HK.0502/582.lIP.III-2015  tanggal  1 Desember  2015  harga pekerjaanmenjadi  Rp 119.820.460.000,00.  Waktu  pelaksanaan  ditambah  60  hari kalender.
  • Addendum III Nomor HK.0502119/P .111-2016tanggal  29 Januari 2016 harga pekerjaan menjadiRp 136.418.020.000,00.  Waktu  pelaksanaan  ditambah  selama   150  hari kalender.
  • Addendum IV Nomor HK.0502/256.1/P.III-20   16 tanggal 1 Juni 2016 adanya pekerjaan tam bah kurang dengan harga menjadi Rp 137.120.780.000,00.
  • Addendum V  Nomor   HK.0502/263.1 IP.III-20 16  tanggal  27  Juni  2016  adanya pekerjaan tambah kurang dengan harga pekerjaan menjadi Rp 136.795.620.000,00.

Pekerjaan telah  dibayar  100% dan diserahterimakan berdasarkan  Berita Acara Serah Terima Pekerjaan I (BAST I) Nomor BA.28.1/PTLIVI-2016 tanggal 28 Juni 2016  dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan II (BAST II) Nomor BA.27. 1/PTLlXII-2016  tanggal 27 Desember 2016.

Dalam Addendum III  Pekerjaan   Pembangunan    Curah   Kering   Teluk   Lamong  Nomor HK.05021I 9/P .III-20 16 tanggal   29  Januari   2016  terdapat   tambahan   pekerjaan   berupa pembangunan platform   untuk operasi  conveyor  curah kering. Direksi   PT  Terminal   Teluk  Lamong   kepada   PT  Pelindo   III  (Proyek   Teluk   Lamong) berdasarkan    Surat   No.ND.O I 104mLlI-20     16  tanggal    13  Januari   2016   mengusulkan pembangunan  dermaga  dan bangunan  tambahan  sebagai  areal tempat  meletakkan  alat berat antara lain excavator,  lifting tools, gear store container,  site maintenance  container  office, parkir    kendaraan     operasional     dan    ruang    operator.  

Pekerjaan     tambahan     berupa pembangunan platform     di sisi jetty,   menyebabkan   item pekerjaan  yang telah dilaksanakan pad a pekerjaan  pembangunan  jetty  seperti  sebagian  kansteen,  ballard  dan  Vender   harus dibongkar.

Berita Acara Rapat pembongkaran V-fender, ballard  dan kansteen  sekaligus sebagai Berita Acara Serah Terima dari pihak Kontraktor kepada Proyek Teluk Lamong Nomor BA.II.lIPTLlIII-20  18 tanggal II  Maret 2016 yang menyatakan pekerjaan pembongkaran terdiri atas V-fender  6 buah, ballard   3  buah,  dan  kansteen   sepanjang  66  m’. 

Hasil pembongkaran  V-fender   dan  ballard ditempatkan di depan gedung HVS-3 dengan ditutup terpal untuk melindungi dari kerusakan dan diserahkan kepada Proyek Teluk Lamong. V-Fender  yang dibongkar  sebanyak  6 buah dengan  harga satuan  Rp 170.898.000,00  senilai total  Rp 1.025.388.000,00 (6x  Rp 170.898.000,00), sedangkan   ballard   kapasitas   50  ton sebanyak   3   buah   dengan   harga   satuan   Rp 19.271.500,00    dengan   nilai   total   senilai Rp57.814.500,00    (3x  Rp 19.271.500,00).

Berdasarkan data pada Tim Investigator KA disebutkan bahwa hingga Oktober 2018,  keberadaan V-fender   masih  berada  di  depan gedung   HVS-3   Terminal   Teluk  Lamong,  sedangkan   keberadaan   ballard   tidak diketahui  keberadaannya.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)