Spread the love

BataraNews.Com. “Penyelamatan ekosistem harus masuk program recovery pasca bencana,” tegas Tommy Soeharto, panggilan akrab Hutomo Mandala Putra, Ketua Umum Partai Berkarya. Salah satu program yang digagasnya dalam hal pelestarian lingkungan adalah gerakan tanam sejuta kelapa di seluruh Indonesia.

Dalam perbincangan singkat dengan redaksi (02/08/2019) di kediaman Tommy Soeharto, Jl. Yusuf Adiwinata, Menteng, Jakarta, beliau memaparkan bahwa Tsunami adalah bencana yang luar biasa yang sebenarnya tidak datang secara tiba-tiba, melainkan ada penyebabnya. “Walaupun kita tidak bisa lari dari Tsunami, tapi kita dapat meminimalkan kerusakan dan korban jiwa yang timbul dari Tsunami,” tegasmya.

Tsunami yang mengorbankan ratusan bahkan ribuan nyawa, salah satu penyebabnya adalah kurangnya persiapan dini untuk menghalangi Tsunami. Persiapan-persiapan yang dimaksud adalah tidak merusak ekosistem yang ada pada atau sekitar laut. Apabila ekosistem tidak dipelihara dengan baik, maka tentu saja Tsunami akan selalu datang yang dapat memakan banyak korban jiwa.

“Kita sebagai penghuni bumi, sudah menjadi kewajiban kita untuk segera bertindak melakukan sesuatu guna mencegah banyak kerusakan saat datangnya Tsunami,” papar Putra Mantan Presiden R.I., yang sempat merasakan gempa Banten yang terjadi beberapa saat tadi.

Pemeliharaan ekosistem menjadi poin utama yang sangat penting dalam program penanganan bencana jangka panjang di lokasi bencana. Salah satu ekosistem yang dimaksud adalah berupa pelesatarian pohon kelapa dalam jumlah yang sangat besar. Pohon kelapa selain dapat dijadikan sebagai minuman dari hasil buahnya atau bahan makanan lain yang menyehatkan juga bisa berfungsi sebagai penopang yang kuat. Pohon kelapa adalah salah satu pohon yang kuat karena mempunyai akar yang kokoh. Pohon kelapa ini juga dapat menjadi penghalang Tsunami, sebagai pemecah ombak saat Tsunami datang.

Menurut Tommy, pohon kelapa di sekitar pinggir pantai kurang mendapatkan perhatian, sehingga ketika sudah diambil manfaatnya, dibiarkan begitu saja. Banyak pohon kelapa tidak dipelihara bahkan cenderung tidak dilestarikan. “Negative Campaign” terhadap pohon kelapa telah membutakan kita tentang ribuan benefit dari pohon kelapa. Bahkan saat ini kebun kelapa sudah hampir punah di sekitar pantai. “Oleh karena itu, menanam pohon kelapa sebanyak-banyaknya adalah salah satu alternatif untuk bisa menghalangi air besar ke daratan,” jelasnya.

“Mari kita kampanyekan penanaman 1 juta pohon kelapa dalam radius daerah yang dekat dengan pantai khususnya. Walaupun demikian, pohon kelapa dapat tumbuh subur pada area dangan ketinggian tidak lebih dari 450 dpl,” tutup Tommy Soeharto menutup perbincangan malam di kediamannya. (KS).