BataraNews.com-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa Ibu Kota DKI Jakarta akan tenggelam. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara salah satu konferensi media.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan ekploitasi air tanah di Jakarta yang begitu masif dan berlebihan, sehingga permukaan tanah mengalami penurunan. Dirinya menyebut, bila penurunan permukaan tanah di wilayah utara Jakarta mencapai 12 cm per tahun.

Kendati mengatakan hal tersebut, kementerian dengan pagu anggaran terbesar beberapa tahun belakangan tersebut hingga saat ini terlihat belum melakukan pencegahan nyata terkait pernyataannya sendiri. Sementara pembangunan bendungan Karian di Banten seluar 1,74 hektar juga belum rampung diselesaikan.

Meski dirinya menargetkan bendungan tersebut selesai pada Oktober 2019, namun tidak ada jaminan bahwa eksploitasi air tanah di Jakarta yang sudah berlebihan akan berhenti. Tentu saja ini menjadi tanda tanya terkait sebab musabab Jakarta sendiri akan tenggelam.

Bila Jakarta benar-benar tenggelam pada beberapa dekade ke depan, jelas orang yang sangat bertanggung jawab adalah Kementerian PUPR yang saat ini telah menjabat. Bayangkan saja, dengan anggaran lebih dari Rp 110 triliun per tahun, masa Kementerian PUPR tidak bisa mengatasi masalah di ujung Jakarta?.

“Lalu, bagaimana mau melakukan pemerataan pembangunan ke seluruh tanah air?” tanya publik.

Lebih jauh, Kementerian PUPR juga harus ingat bahwa anggaran yang ada harus difokuskan pada pembangunan nyata. Jangan sampai hanya habis untuk anggaran rapat dan perjalanan dinas saja, seperti yang disampaikan Presiden Jokowi.(Fahad Hasan&DBS)