Spread the love

BataraNews.com-Pada dokumen yang dimiliki Tim Investigator KA ditemukan permasalahan pada PT PAL, yaitu terdapat paket-paket yang mengalami keterlambatan kedatangan dan belum dikenakan denda sebesar USD122,180.02 yang disebabkan oleh seller terlambat melakukan open L/Cserta vendor terlambat mengirim material.

PT PAL bekerja sama dengan Department of National Defence/Armed Forced of Philippines (DND/AFP) melalui kontrak tanggal 7 Maret 2014 membangun dua Kapal Strategic Sealift Vessel (SSV) 1 dan 2Philippine Navy dengan Nomor proyek W000292 dan W000293. Untuk memperlancar proses pelaksanaan pembangunan SSV Philipines, PT PAL mengeluarkan Instruksi Pelaksanaan Pekerjaan (IPP) Nomor IPP/30/20000/XII/2014 tanggal 17 Desember 2014.

Anggaran untuk pembuatan kapal SSV 1 dan SSV 2 sesuai IPP tersebut masing-masing sebesar USD35,710,101.00. Pada 29 Juni 2015 PT PAL melakukan revisi sesuai IPP Nomor IPP/08/20000/VI/2015, sehingga anggaran pembuatan kapal SSV 1 dan SSV 2 masing-masing menjadi sebesar USD36,095,101.00 dengan anggaran untuk material masing-masing sebesar USD26,375,001.00. PT PAL melakukan kerjasama dengan vendor/maker untuk pengadaan material pembuatan kapal SSV 1 dan SSV 2.

Untuk mendanai pengadaan material yang sebagian besar berasal dari luar negeri, PT PAL mengalami kendala pembiayaan baik berupa fasilitas kredit maupun fasilitas L/C karena posisi penggolongan kredit (kolektabilitas) tingkat dua atau dalam perhatian khusus. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, manajemen PT PAL dengan Daewoo International Corporation (DWIC) sebagai pihak seller melakukan kerja sama dengan rincian sebagai berikut:

  • Pertama, Kontrak Payung (UA) Nomor: SPER/21/10000/IX/20/2014 tanggal 30 September 2014 dengan nilai total pendanaan awal USD24.000.000,00;
  • KeduaAmandemen I Kontrak sesuai tanggal 25 Maret 2015 dengan nilai pendanaan menjadi USD40,000,000.00.
  • KetigaAmandemen II atas kontrak pada tanggal 3 Nopember 2015 tentang perubahan klausul pembayaran fee dan kewajiban PT PAL untuk menyediakan jaminan asuransi atas 85% pembayaran setiapPurchase Order (PO), di mana sebelumnya jaminan asuransi disediakan oleh DWIC. Selain itu, dalam lampiran kontrak amandemen menyebutkan lima PO paket pengadaan material yang harus menyediakan jaminan asuransi atas 85% pembayaran PO.
  • KeempatAmandemen III atas kontrak pada tanggal 13 Januari 2016 merubah lampiran Amandemen II Kontrak dari lima PO paket pengadaan material menjadi sembilan PO paket pengadaan material.
  • ·KelimaAmandemenIV atas kontrak pada tanggal 2 Maret 2016 merubah klausul 4.3 yang menyatakan DWIC harus membayar 100% kepada makerdan vendoryang mana 15% sebagai Down Paymentdan 85% atas pengiriman paket material, dalam hal sellerterlambat membayar maker/vendormaka PT PAL memberi kelonggaran 30 hari kalender jedah (grace period) untuk menunda pembayarannya dari tanggal jatuh tempo. Klausul ini berlaku untuk PO paket pengadaan material di kontrak awal dan semua amandemen kontrak.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)