Spread the love

BataraNews.com-Penjualan barang coil reject atau material by product produksi dilakukan mengacu pada harga yang ditetapkan oleh Direktur Pemasaran. Penetapan harga tersebut yang nantinya akan menjadi acuan bagi sales SA4 untuk melakukan negosiasi dengan mempertimbangkan order pelanggan dan ketersediaan barang. Selama periode Januari sampai dengan April 2016, terdapat 171 coil reject senilai Rp668.350.010,00 di PT Krakatau Steel (PT KS) dijual di bawah harga yang ditetapkan.

Mirisnya lagi, berdasarkan keterangan tertulis Divisi BE, IT/IS & MS, diketahui sudah dilakukan perbaikan pada aplikasi MES dan SAP. Proses restatus dalam aplikasi MES pada awalnya hanya dilakukan oleh user yang mempunyai hak akses sebagai bentuk pendelegasian wewenang dari manager untuk melakukan restatus.

Untuk kondisi saat ini proses dalam aplikasi tersebut juga melibatkan Manager QC, FPD, dan PPC sampai dengan General Manager PP, SCM and BE untuk melakukan otorisasi sebagai atasan user.

User tersebut diusulkan oleh Manager atau General Manager sebagai atasan langsung kepada Manager OD & HCP. Selanjutnya Divisi OD & HCP melakukan verifikasi dan Divisi BE, IT/IS & MS akan menetapkan otorisasi di SAP. Proses tersebut telah diatur dalam Work Instruction Level 3 PER/3/PO/030 Pengendalian User ID dan Otorisasi Sistem SAP.

Padahal, penanganan by Product diatur dalam prosedur BNC-03, prosedur tersebut yang menjadi acuan bagi PT KS untuk menentukan alur data dan informasi dalam aplikasi SAP. Sesuai dengan kondisi di atas, apabila alur data dan informasi dalam aplikasi diubah, maka seharusnya juga dilakukan perubahan dalam Standard Operating Procedures (SOP) baik pada level 2 (procedures) maupun level tiga (work instructions).

Namun, sampai dengan pemeriksaan berakhir pada 21 Mei 2017, belum ada revisi terhadap level 2 (Prosedur Penjualan by product-BNC-03) maupun level 3 (work instruction). Diketahui, berdasarkan surat perintah No. 55/Dir.SDM&PU-KS/III/2017 tanggal 16 Maret 2017, Direktur SDM & PU menugaskan personil PT KS untuk melakukan investigasi terhadap dugaan adanya penjualan dan penurunan status coil dari prime/buffer atau second grade menjadi status reject (status 0).

Sampai dengan pemeriksaan berakhir pada 21 Mei 2017, terhadap dugaan adanya penjualan dan penurunan status coil dari prime/buffer atau second grade menjadi status reject (status 0), masih dilakukan pemeriksaan investigasi oleh PT KS.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)