Tower Bersama Infrastruktur Malas Menagih Piutang ke Indosat, Ada Apa?

Spread the love

BataraNews.com-Tanggal 30 September 2017, perusahaan BUMN bernama PT Tower Bersama Infrastruktur mempunyai piutang usaha yang lumayan besar. Dimana piutang usaha perusahaan tersebut nilai totalnya sebesar Rp 535,4 miliar. Piutang usaha sebesar Rp 535,4 miliar ini dalam bentuk mata uang rupiah sebesar Rp 390,7 miliar, dan dalam bentuk mata uang dollar AS setara dengan Rp 144,7 miliar.

Selain itu, pada dokumen yang diterima Tim Investigator KA terlihat, piutang usaha PT Tower Bersama Infrastruktur dari tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami kenaikan yang signifikan. Yaitu sebesar Rp 126,3 miliar. Dimana pada tahun 2016 piutang usaha PT Tower Bersama Infrastruktur hanya sebesar Rp 409,0 miliar.

Sedangkan, perusahaan-perusahaan yang punya utang kepada PT Tower Bersama Infrastruktur pada tahun 2017 antara lain :

Pertama, PT Indosat sebesar Rp 220,6 miliar.

Kedua, PT XL Axiata sebesar Rp 132,6 miliar.

Ketiga, PT Internux sebesar Rp 83,9 miliar.

Keempat PT Telekomunikasi Selular punya utang kepada PT Tower Bersama Infrastruktur sebesar Rp 46,5 miliar.

Kelima, Smartfren Telecom sebesar Rp 45,7 miliar.

Keenam PT Hutchison 3 Indonesia sebesar Rp 1,3 miliar.

Melihat piutang-piutang usaha PT Tower Bersama Infrastruktur ini, sepertinya perusahaan ini sangat malas untuk ditagih, dan menganggap remeh hal tersebut. Hal ini bisa dibaca dari pernyataan manajemen, bahwa seluruh piutang usaha pada tahun 2017 dan tahun 2016 dapat ditagih seluruhnya dalam waktu dekat.

Bahkan, untuk diketahui, PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang telekomunikasi. Yaitu meliputi jasa persewaan dan pengelolaan menara Base Transceiver station atau BTS, dan jasa konsultasi bidang instalasi telekomunikasi.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)