Spread the love

BataraNews.com-Pada tahun 2009, PT Krakatau Steel (KS) bermaksud untuk merevitalisasi pabrik Direct Reduction yang memproduksi besi spons dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi menggunakan teknologi HYL Zero Reformer Process dan meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 5.800 TPD. Program tersebut diharapkan sedapat mungkin tetap memakai peralatan dan desain asli serta memodifikasi peralatan dan sistem lama yang disatukan dengan peralatan baru.

PT KS melakukan kerja sama pelaksanaan program revitalisasi dengan beberapa vendor sebagai berikut:

A. Kontrak Engineering, Procurement & Supervision for Direct Reduction Plant Revitalization Project melalui kontrak No. 25/C/DU-KS/KONTR/2009 tanggal 25 Juni 2009 (Kontrak A). Kontrak tersebut telah mengalami lima kali amendemen. Nilai kontrak pekerjaan sebesar USD17,600,000.00, dengan rincian sebagai berikut:

  • Porsi impor sebesar USD12,200,000.00 terdiri dari peralatan bahan sebesar USD9,200,000 dan engineering detail USD3,000,000.00
  • Supervisi sebesar USD5,400,000.00

Nilai pekerjaan tersebut mengalami perubahan penambahan harga supervisi sebesar USD90,000.00 sehingga nilai total berubah menjadi USD17,690,000.00. Perubahan tersebut dilaksanakan pada amendemen 4.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh HYL Tech S.A. de C.V (HYL Tech.) dan mulai efektif pada tanggal 17 Februari 2010. Pada pekerjaan ini vendor harus menyediakan Detail Engineering, pengadaan peralatan kritis dan jasa tenaga ahli dan supervisi untuk pembuatan Term of Reference untuk pekerjaan pembangunan fasilitas termasuk CO2 Absorption Package, Common Equipment and Erection Package dan Control System Package yang akan dikerjakan oleh kontraktor yang ditugaskan oleh PT KS.

B. Kontrak Paket B & C HYL Zero Reformer Process 5800 Ton Per Day of HYL III DRP Revitalization Project No. 36/C/DU-KS/KONTR/2010 tanggal 27 Agustus 2010 (Kontrak B&C). Kontrak tersebut telah dilakukan 2 kali amendemen. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Krakatau Engineering dengan nilai kontrak sebesar USD17,100,000 dan Rp162.900.000.000,00 dengan rincian sebagai berikut:

  • Porsi impor sebesar USD12,000,000.00
  • Porsi lokal sebesar USD5,100,000.00 dan Rp162.900.000.000,00

Nilai kontrak tersebut mengalami perubahan pada amendemen 2, yaitu mengubah mata uang pembayaran kontrak porsi impor yang semula USD menjadi rupiah (IDR) sehingga nilai kontrak menjadi sebesar Rp340.864.296.641,00 dengan rincian sebagai berikut:

  • Porsi impor Rp114.863.848.116,00
  • Porsi lokal Rp226.000.448.525,00

Kontrak tersebut mulai efektif pada tanggal 1 September 2010

C. Kontrak paket D1 Instrument and Control System for HYL Zero Reformer Process 5800 TPD of HYL III DR Plant Revitalization Project No. 41/C/DU- KS/KONTR/2010 tanggal 8 Oktober 2010 (Kontrak D1) yang dilaksanakan oleh PT Honeywell Indonesia, dengan nilai kontrak sebesar USD910,000.00 untuk porsi impor dan Rp2.300.000.000,00 untuk porsi lokal. Kontrak tersebut telah dilakukan dua kali amendemen. Nilai kontrak tersebut mengalami perubahan pada amendemen 2, yaitu mengubah mata uang pembayaran kontrak porsi impor yang semula USD menjadi rupiah (IDR) sehingga nilai kontrak menjadi sebesar Rp13.759.489.349,00 dengan rincian sebagai berikut:

  • Harga kontrak awal sebesar Rp11.087.561.310,00
  • Amendemen 1 sebesar Rp44.646.039,00
  • Tambahan dual mode control sistem reaktor 1 sebesar Rp1.320.032.000,00
  • Tambah dual mode control sistem reaktor 2 sebesar Rp1.307.250.000,00

Kontrak tersebut mulai efektif pada tanggal 15 Oktober 2010

D. Kontrak paket D2 Migration Automation System of HYL III DR Plant Revitalization Project No. 08/C/DU-KS/KONTR/2010 tanggal 22 April 2010 (Kontrak D2) yang dilaksanakan oleh PT Honeywell Indonesia, dengan nilai kontrak sebesar USD1,252,000.00 dan Rp5.000.000.000,00. Kontrak tersebut mulai efektif pada tanggal 12 Mei 2010. Kontrak tersebut telah dilakukan dua kali amendemen.

Berdasarkan dokumen pemeriksaan pada tahun 2017 yang dimiliki Tim Investigator KA terhadap pelaksanaan revitalisasi Direct Reduction Plant (DR) Zero Reformer, diketahui bahwa:

(A) Perjanjian pendanaan batal dan PT KS harus membayar commitment fee sebesar EUR21,929.82 dan USD37,606.39.

(B) Pelaksanaan performance test tertunda karena insiden kebakaran PGH-2.

(C) Keputusan Settlement Agreement tidak mempertimbangkan jaminan operasi pabrik DR.

(D) Terdapat pelaksanaan dua kontrak Revitalisasi DR Plant yang belum dilakukan pembayaran.

Hal tersebut mengakibatkan:

(A) Investasi revitalisasi DR Plant Zero Reformer senilai USD20,145,069.00 dan Rp363.058.258.490,00 belum memberikan manfaat bagi PT KS.

(B) PT KS tidak memiliki jaminan keberhasilan penerapan teknologi Zero Reformer.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)