Spread the love

BataraNews.com-Dikabarkan, Pusat Inovasi Logam Morowali dan Politeknik di Kementerian Perindustrian pada tiga tahun yang lalu, membeli alat-alat laboratorium senilai Rp 65,47 miliar. Namun sayang, katanya alat-alat laboratorium tersebut belum dimanfaatkan sama sekali dan berpotensi hilang atau rusak.

“Udah beli mahal-mahal, tapi belum bermanfaat, sayang duit negara,” kata publik.

“Eitss, jangan su’udzon dulu, belinya kan, sudah tiga tahun yang lalu, mungkin sudah dipakai sekarang,” jawab publik satunya.

Namun, publik belum puas dengan alasan itu, benarkah alat-alat laboratorium pada Pusat Inovasi Logam Morowali dan Politeknik Industri Morowali ini sudah dimanfaatkan?.

Sebab, menarik untuk disampaikan, dari awal pengadaan tersebut mendapat respon dari lembaga audit negara, bahwa pengadaan tersebut tidak beres atau tidak tepat. Bahkan terkesan dadakan sekali, alias tidak melalui pertimbangan perencanaan yang matang.

Sejak saat itu pengadaan alat-alat laboratorium pada Pusat Logam Morowali dan Politeknik Industri Morowali ini diketahui dilakukan bersamaan dengan pembangunan gedung Pusat Logam Morowali dan gedung pusat Politeknik Industri Morowali.

Pengadaan alat-alat laboratorium tersebut diketahui hanya terdiri dari tiga pengadaan seperti :

Pertama, pengadaan peralatan Politeknik Industri Program Studi Mesin senilai Rp 24,86 miliar.

Kedua, pengadaan peralatan pusat inovasi logam senilai Rp 19,99 miliar.

Dan terakhir, pengadaan peralatan Politeknis Industri Program Studi Metalurgi dan Elektro senilai Rp 22,60 miliar.

Ketiga, pengadaan ini, jika ditotal menjadi Rp 65,47 miliar. Namun, menjadi janggal ketika alat-alat tersebut belum digunakan. APBN sudah habis karena untuk membeli alat laboratorium ini, tapi mungkin saja berpotensi rusak, hilang, dan tidak dapat dimanfaatkan sesuai rencana.

Oleh sebab itu, publik mendorong aparat hukum maupun KPK untuk menyelidikinya. Benar tidak, alat-alat laboratorium senilai Rp 65,47 miliar tersebut dimanfaatkan dengan baik?

“Jangan-jangan hanya proyek-proyekan saja,” kata publik.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)