Spread the love

BataraNews.com – Bertempat di Hotel Sofyan Tebet, Gerakan Kedaulatan Rakyat untuk Keadilan dan Kemanusiaan (Gerak Kemanusiaan) menggelar sharing information pada rabu malam (10/7/2019).

Acara ini merupakan konsolidasi dengan para aktivis dan organisasi masyarakat terkait harapan ke depan.

Hadir dalam acara tersebut beberapa ormas Islam seperti FPI, PA 212, GMJ dan FUI dan para tokoh seperti Ustad Shobril Lubis, ustad Yusuf Martak, ustad Al Khathat, ustad Slamet Ma’arif, ustad Namrufin, ustadjah Nurdiati Akmal dan Lawyer Ahmad Yani.

Selain Sharing informasi, mereka juga mewakili ormas Islam memberikan pernyataan-pernyataannya terkait kondisi yang terjadi di negara ini.

Berikut rangkuman beberapa pernyataan para tokoh tersebut.

Pernyataan Shobri Lubis – Ketua FPI

Kami Menolak :

  • Segala bentuk kriminalisasi Ulama, makarisasi Ulama, tokoh-tokoh politik.
  • Terjadi pembiaran LGBT, sekularisasi, sex bebas.
  • Terjadinya penjualan aset-aset negara
  • Pembiaran pribumi terpuruk dalam hal tenaga kerja, dan masuknya tenaga kerja asing dari RRC
  • Terjadinya pembunuhan massal terhadap Ummat, tanpa adanya investigasi pada tanggal 21 & 22 Mei 2019.
  • Terjadinya kematian petugas KPPS sebanyak 700 orang & 3000 orang sakit serius di Rumah Sakit.
  • Terjadinya Pemilu dengan cara curang secara terstruktur, sistematis dan masive.
  • Terjadinya penganiayaan berupa disetrum listrik, dipukuli, disiksa, terhadap orang-orang yang diambil polisi ketika kejadian di Jalan Tanah Abang, Petamburan, Slipi padahal tidak semuanya dari mereka yang ditangkap bersalah. Orang mau sahur juga ditangkap.

SIKAP DAN PRINSIP TERHADAP PUTUSAN MK

  1. Kami menolak putusan MK yang melegitimasi perbuatan kecurangan dalam Pilpres. Karena hal tersebut juga perintah agama Islam. Jangankan satu mahkamah, sejuta mahkamah yang melegalkan perbuatan curang akan kami lawan.
  2. Kami tetap akan memperjuangkan kedaulatan rakyat dan menuntut segala bentuk kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh rezim ini.
  3. Ada pihak-pihak yang menggoreng tentang kepulangan Habib Riziq Syihab, seperti ucapan-ucapan yang tidak senonoh dari Puan Maharani, Moeldoko. HRS tidak takut mati, tidak takut dipenjara. beliau sudah tiga kali masuk penjara tetapi rezim ini yang meminta kepada Negara Arab Saudi untuk tidak mengijinkan HRS kembali ke Indonesia (DI CEKAL).
    HRS hanya takut Ummat Islam jauh dari agama, takut LGBT marak di Indonesia. HRS tidak takut justru Rezim ini yang takut tiap kali ada AKSI 212. Ada aseng eksodus besar-besaran meninggalkan Indonesia tiap ada Aksi 212.

Pernyataan Ustadz Slamet Ma’arif – Ketua Alumni 212

  • Gerakan 212 dan Mujahid 212 akan memperjuangkan semua ketidak adilan
  • Gerakan 212 & Mujahid 212 akan memperjuangkan apabila Al Qur’an diinjak-injak oleh konstitusi manapun.
  • Masalah Prabowo untuk menjadi Presiden secara konstitusi sudah selesai jadi jangan dipaksakan. Imam kita adalah HRS. Tapi perjuangan memenangkan Prabowo merupakan alat bagi Ummat Islam, maka kita harus gunakan alat lainnya untuk kemenangan Islam. Dan Ummat Islam jangan terpecah belah. Kita harus bersatu berkondolidasi. Dan proses penyaringan mujahid semakin tersaring.
  • Kami alumni 212, GNPF & FPI tdk terpecah, dan kami tetap solid dibawah kepemimpinan HRS.

Pernyataan Ustadz Namrudin DF – Ketua GMJ

  • Pemilu kemarin adalah PEMBODOHAN POLITIK. Alat-alat elektronik milik tokoh-tokoh yang ditangkap menjadi jebakan karena oleh Polisi dikloning hp-nya dan membuat pengumuman yang memecah belah Ummat dan gerakan 02.
  • Keadaan ekonomi Ummat juga semakin berat dan tidak adil. 85% ekonomi Indonesia dikuasai Aseng & Asing.
  • Kesepakatannya 1 kelurahan hanya boleh ada 1 minimarket tapi mereka melanggar kesepakatan dgn menggunakan nama indomaret dan alfamart. Jadi kita harus membantu menaikkan EKONOMI UMMAT.

Pernyataan Ustadzah Nurdiati Akmal

Kita sudah berjuang untuk Pak Prabowo jadi tolong Bapak JANGAN REKONSILIASI karena akan menyakiti hati kita pendukung 02.

“Emak-emak tetap menangis karena takut pada NEO KOMUNIS. Kita harus ingat sejarah Ummat Islam dibantai. Bagaimana dengan anak cucu kita dalam menegakkan agama Allah SWT. Saya takut kita bakal terusir dari negeri kita, masih adakah mesjid? Masih bisakah anak cucu kita beribadah?”

Pernyataan Ustadz M Al Khaththath – Sekjen FUI

  • Spirit 212 harus berkumpul kembali utk menunjukkan bahwa Ummat masih bersatu dan gerakannya betul-betul terukur, maka koordinasi kembali seluruh alumni 212 tolong dilakukan pak Ketua Alumni.
  • Kita harus menjaga NKRI dari penguasaan asing dan Aseng.
  • Kita akan berkumpul kembali 212 2019.
  • Kita tetap menentang hasil putusan MK & kita akan menentang segala bentuk CURANG. Kita harus meninggikan kalimat Allah SWT.
  • Jabatan hanya Amanah dan dihari kiamat akan menjadikan sesalan dan hukuman di kemudian hari kecuali orang-orang yang benar & amanah. Jadi silahkan saja ambil kemenangan dengan cara curang dan tunggu balasannya.

Ahmad Yani – Lawyer

“Kita sedang melampirkan berbagai kasus pelanggaran dan kematian 10 orang depan Bawaslu dan Ratusan Petugas Kpps ke Komnas Ham. Respon mereka cukup bagus. Sekarang kita fokus pada persoalan setelah pilpres yang telah menimbulkan banyak korban.

Hanya di Indonesia pada kompak meninggal. Jadi ada masalah yang belum terselesaikan. Padahal para tim dokter telah berusaha membantu tapi Menkes malah melarang otopsi. Ironinya banyak narasi untuk pojokan kubu kita. Sekarang kita coba ringankan tugas negara.

Kita juga akan ke DPR utk meminta mereka membantu kasus kemanusiaan ini.

Sedangkan jika ada keluarga yang masih kehilangan keluarga bisa segera melaporkan ke kami.

Sedangkan terkait laporan ke Dewan Ham dunia karena banyaknya dugaan pelanggaran HAM. Itu dilakukan oleh teman-teman kami seperti Usman Hamid dari kontras dan Natalius Pigai.[azk]