Spread the love

BataraNews.com – Ketika shalat, kita dituntut untuk mendirikannya dengan khusyu’. Sebab dengan khusyu dalam shalat, amal ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT, terhapus dosa-dosa kita, dan segala perilaku dan ucapan kita terjaga dari kemungkaran dan kefasikan.

Khusyu’ juga menjadi bukti keikhlasan. Karena hanya mereka yang ikhlas ibadah karena Allah dan shalat karena-Nya yang dapat melakukan khusyu’ secara sempurna.

Tanpa keikhlasan, maka seseorang hanya melakukan kekhusyu’an palsu atau yang sering disebut kekhusyu’an dusta.

Lalu bagaimana caranya agar mudah khusyu’ dalam shalat?

Pertama: Menghadirkan Hati

Menghadirkan hati maksudnya adalah ketika kita sedang shalat, maka saat itu sedang bermunajat atau berdo’a. Kita tengah berdiri berhadapan langsung dengan Sang Maha Kuasa, berdialog tanpa batas apapun.

Maka dalam keadaan seperti itu yakinlah bahwa Allah sedang melihat, memperhatikan dan mengawasi gerak-gerik shalat kita.

Benarkah shalat kita? Tartilkah bacaan-bacaan kita atau penuh dengan kesalahan?

Maka alangkah bodohnya. Apabila sedang berhadapan langsung dengan Allah seperti itu, kita tidak merasa takut atau bergetar dengan keberadaan-Nya di hadapan kita.

Kedua: Anggap saat itu adalah shalat yang terakhir

Agar semakin khusyu, anggaplah bahwa shalat tersebut shalat yang terakhir kali kita lakukan. Karena seusai shalat, bisa jadi Allah mencabut nyawa kita.

Bayangkan juga, di saat kita sedang mengambil wudhu, tiba-tiba datang malaikat maut datang menghampiri. Lalu mengabarkan, usai shalat nanti dia akan mencabut nyawa kita.

Subhanallah…

Bagaimanakah shalat kita saat itu? Shalat dengan penuh kekhusyuan atau shalat dengan main-main?

Tentu kita akan shalat dengan sekhusyu-khusyunya, bukan?

Ketiga: Tuma’ninah dan tidak tergesa-gesa dalam shalat

Tuma’ninah atau keadaan tenang dan juga tidak tergesa-gesa juga merupakan cara agar shalat kita khusyu’. Sebab dengan ketenangan, kita akan dapat fokus dengan bacaan dan juga gerakan dalam shalat.

Oleh karena itu, sebelum kita bertakbir memulai shalat, lebih dulu tinggalkanlah segala perkara duniawi.

Bisa jadi ketika shalat, kita tergesa-gesa karena memikirkan masalah dunia (masakan, pekerjaan, media sosial, tugas kuliah, dan sebagainya) yang bisa merusak kekhusyuan dalam shalat.

Keempat: Tadabbur ayat-ayat  dan dzikir-dzikir yang dibaca dalam shalat

Cara keempat ini sangat penting untuk kita latih dan diterapkan saat shalat. Karena dengan mentadabburi ayat dan dzikir yang dibaca, maka kita akan semakin mudah untuk menggapai kekhusyuan dalam shalat.

Banyak sekali orang yang hafal bacaan shalat, namun sangat sedikit sekali yang paham dan mengerti bacaan tersebut.

Silakan menghafal bacaan shalat, tapi lebih baiknya lagi kita mampu meresapi maknanya. Sehingga pemahaman makna akan menambah ketenangan jiwa dan akan memberi dampak yang baik ketika shalat atau di saat kita membaca surat lainnya dalam al- Quran.

Kelima: Tartil dan memperbagus suara dalam membaca Al-Qur’an

Allah SWT memerintahkan kita untuk tartil ketika membaca Al-Quran. Terlebih lagi bacaan tersebut kita baca di waktu shalat.

Begitu juga kita dianjurkan untuk memperindah suara agar imam maupun makmum dalam shalat jamaah bisa tenang dan akhirnya mendapatkan kekhusyuan.

Sebaliknya, jika kita tergesa dalam membaca atau tidak tartil, dari segi suara bacaan juga ‘disayangkan’.

Maka hal tersebut tidak membuat kita khusyu namun malah mengganggu dalam shalat.

Keenam: Arahkan pandangan hanya di tempat sujud

Janganlah kita mengarahkan pandangan selain ke tempat sujud.

Karena hal tersebut akan mengganggu kekhusyuan kita dalam shalat.

Bahkan terdapat larangan dalam hadits untuk melihat ke atas ketika shalat

Begitu juga memalingkan seluruh atau sebagian badan kita, karena bisa membatalkan shalat lantaran telah mengubah posisi tubuh terhadap kiblat.

Ketujuh: Hindari segala hal yang bisa menyibukkan saat sedang shalat

Misalnya penggunaan alat-alat elektronik (smartphone), penggunaan pakaian yang kurang pas, serta hal-hal lainnya yang bisa mengganggu kita dalam shalat.

Maka hal-hal tersebut harus dihindari agar shalat kita senantiasa terjaga dan tidak merusak kekhusyuan.

Demikianlah beberapa kiat dan cara agar kita mudah khusyu dalam shalat. Dengan menerapkan kiat-kiat di atas, kita berharap semoga shalat kita senantiasa memberi pengaruh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. (happyquran.id)