Spread the love

BataraNews.com-Namanya selalu dikenal sebagai PT. Antam atau kepanjangan dari PT. Aneka Tambang, yang didirikan pada 5 Juli 1968. Core bisnis PT. Antam adalah di bidang pertambangan berbagai jenis bahan galian, serta menjalankan usaha di bidang manufaktur, perdagangan, pengangkutan, dan jasa yang berkaitan dengan pertambangan.

Dari segi keuangan, pada 30 September 2017 PT. Antam tidak begitu baik, dan mengalami kerugian sebesar Rp 378.3 miliar. Tidak seperti pada 30 September 2016, Antam memperoleh laba yang sangat signifikan, sampai sebesar Rp 21 miliar.

Salah satu sebab Antam mengalami kerugian keuangaan adalah beban pajak penghasilan sampai sebesar Rp 110.7 miliar. Beban pajak ini benar-benar membenani keuangaan perusahaan plat merah ini.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh tim diketahui, sebab lain terjadinya kerugian keuangaan Antam adalah, perusahaan harus bayar seperti biaya bunga dari pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 32.1 miliar, biaya bunga dari pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp 147.4 miliar, dan biaya bunga dari pinjaman utang obligasi sebesar Rp 199.7 miliar.

Jadi, adanya kerugian keuangaan PT. Antam karena banyak pengeluaran dalam bentuk membayar bunga utang kepada pihak ketiga. Padahal, pendapatan PT. Antam pada tahun 2017 saja, sampai sebesar Rp 6,9 triliun.

“Pengelola anggarannya tidak baik, akibatnya perusahaan mengalami kerugian, deh,” komentar salah satu publik.(Fahad Hasan&DBS)