Inilah Cara Kemenpora Mainkan Uang Jatah Atlit?

Spread the love

BataraNews.com-Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) melalui Asdep Sentra Olahraga memiliki kegiatan penyelenggaraan diklat SMP/SMA Negeri khusus olahragawan. Untuk kegiatan ini Kemenpora bisa menghabiskan duit negara sampai miliaran hanya untuk kebutuhan konsumsi. Tentunya, ini bukan masalah asalkan uang konsumsi tersebut benar digunakan dan sampai ke perut calon atlit masa depan bangsa.

Tapi sayangnya, penggunaan dana konsumsi bernilai miliaran rupiah untuk kegiatan penyelenggaraan diklat SMP/SMA Negeri khusus olahragawan ini, diduga lebih banyak nyasar ke kantong oknum pejabat Kemenpora alias diselewengkan.

Berdasarkan dokumen yang diterima Tim Investigator KA, untuk kegiatan penyelenggaraan diklat SMP/SMA Negeri khusus olahragawan Ragunan yang dilaksanakan Kemenpora pada akhir 2016 lalu, diduga sarat akan adanya indikasi penyimpangan.

Contoh Kasus di Tahun 2016

Diketahui, kegiatan tersebut dilaksanakan selama tahun 2016 dengan 11 tahapan dan diikuti 210 atlit muda. Untuk kegiatan ini, dalam laporan pertanggungjawabannya Kemenpora menjelaskan, setiap atlit menghabiskan konsumsi sebesar Rp76.800 setiap harinya. Berikut rincian kebutuhan konsumsi yang dilaporkan Kemenpora:

Pada tahap pertama atau selama bulan Januari terdapat 210 atlit dengan total biaya konsumsi yang dihabiskan sebesar Rp499.968.000.

Pada tahap kedua atau selama bulan Februari terdapat 2010 atlit dengan total biaya konsumsi yang dihabiskan sebesar Rp467.712.000.

Pada tahap ketiga atau selama bulan Maret terdapat 210 atlit dengan total biaya konsumsi yang dihabiskan sebesar Rp499.968.000.

Pada tahap keempat atau selama bulan April terdapat 210 atlit dengan total biaya konsumsi yang dihabiskan sebesar Rp483.840.000.

Pada tahap kelima atau selama bulan Mei terdapat 210 atlit dengan total biaya konsumsi yang dihabiskan sebesar Rp499.968.000.

Pada tahap keenam atau selama bulan Juni terdapat 210 atlit dengan total biaya konsumsi yang dihabiskan sebesar Rp483.840.000. Masih tahap keenam, mulai 17 Juli sampai 31 Juli terdapat 210 atlit dengan total biaya konsumsi yang dihabiskan sebesar Rp241.920.000.

Pada tahap ketujuh atau selama bulan Agustus terdapat 210 atlit dengan total biaya konsumsi yang dihabiskan sebesar Rp489.968.640.

Pada tahap kedelapan atau selama bulan September terdapat 210 atlit dengan total biaya konsumsi yang dihabiskan sebesar Rp474 163.200.

Pada tahap kesembilan atau selama bulan Oktober terdapat 210 atlit dengan total biaya konsumsi yang dihabiskan sebesarRp489.968.640.

Pada tahap kesepuluh atau selama bulan November terdapat 210 atlit dengan total biaya konsumsi yang dihabiskan sebesar Rp474.163.200.

Pada tahap kesebelas atau selama bulan Desember terdapat 210 atlit dengan total biaya konsumsi yang dihabiskan sebesar Rp 489.968.640.

Menurut pihak Kemenpora, total biaya konsumsi untuk penyelenggaraan diklat SMP/SMA Negeri khusus olahragawan Ragunan selama 2016 menghabiskan biaya uang negara sebesar Rp5.595.448.320.

Setelah Ditelusuri, terdapat Fakta yang Mengejutkan!

Pihak Kemenpora entah sengaja atau lalai, memukul rata kebutuhan biaya konsumsi dengan hitungan 510 siswa atau atlit. Padahal faktanya dari 510 siswa atau atlit ini tidak seluruhnya selalu mengikuti agenda tersebut. Contohnya yang terjadi pada bulan Januari sampai Oktober, terdapat 342 atlit yang melaksanakan kegiatan lain berupa try out. Berarti kebutuhan konsumsi yang dilaporkan Kemenpora ternyata tidak benar-benar digunakan untuk makan para atlit muda ini, melainkan diduga nyasar ke kantong oknum Kemenpora yang tidak bertanggung jawab.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)