Akhirnya, Rusdi Kirana Mundur dari Pencalonan Ketua BPK!

Spread the love

BataraNews.com-Anggota Komisi XI DPR Johnny G Plate menuturkan bahwa Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana mengundurkan diri dari calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK) 2019-2024.

“Pak Rusdi Kirana menyampaikan bahwa dia mengundurkan diri, jadi dia tidak teruskan,” ujar Plate saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.

Menurut Plate, bos Lion Air Grup itu masih ingin menyelesaikan tugasnya sebagai duta besar. Oleh sebab itu, ia mencabut kembali berkas pendaftaran yang telah diserahkan ke Komisi XI. Rusdi Kirana dipercaya sebagai Duta Besar Malaysia oleh Presiden Jokowi sejak Mei 2017 lalu. Sebelum menduduki posisi itu, ia menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

“Ya beliau masih konsentrasi sebagai duta besar di malaysia jadi belum mencalonkan, akhirnya mencabut kembali karena setelah mempertimbangkan masih memilih menyelesaikan tugasnya sebagai duta besar dulu,” kata Plate.

Sebelumnya diberitakan Rusdi mendaftar sebagai calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 2019-2024. Selain Rusdi Kirana, ada sejumlah politisi lain yang juga ikut mendaftar seleksi anggota BPK.

Mereka antara lain Nurhayati Ali Assegaf (Demokrat), Daniel Lumban Tobing (PDI-P), Akhmad Muqowam (PPP), Tjatur Sapto Edy (PAN), Ahmadi Noor Supit dan Ruslan Abdul Gani (Golkar).

Ada pula politikus Gerindra Pius Lustrilanang, Wilgo Zainar, Haerul Saleh, serta Ferry Juliantono (Gerindra). Namun Ferry Juliantono belakangan menarik berkasnya. Dan tak lupa adalah Tito Sulistio (Eks Dirut BEI).

Ada Kejanggalan

Bos Lion Air Grup ini, maju menjadi calon Keua BPK. Namun menurut Undang-Undang No 15 tahun 2006, tentang seseorang jika ingin mencalon untuk menjadi calon di Lembaga Negara, ia minimal harus paling lama telah dua tahun mengundurkan diri dari jabatan sebelumnya. Terkait kasus di atas, Rusdi Kirana malah didukung oleh salah satu partai dari petahana.

Ketika redaksi BataraNews.com meminta komentar dari anggota komisi XI terkait masalah ini, HP mereka tidak ada yang mengangkat. Apakah undang-undang ini yang membuat Rusdi Kirana mengundurkan diri?. (Fahad Hasan&DBS)