Peradilan MK hanya Berpura-pura Adil dan Sandiwara!

Spread the love

Oleh: Radhar Tribaskoro, Mantan Komisioner KPU Jawa Barat

BataraNews.com-Saya pernah menulis bahwa jangan pakai jalur Mahkamah Konstitusi (MK). Dengan cara berpikir MK saat ini, peradilan pemilu MK adalah peradilan yang mustahil. MK mendalilkan bahwa dirinya hanya melaksanakan peradilan sengketa suara. Tetapi MK menuntut Pemohon untuk menghadirkan segalanya.

“Siapa, dimana, kapan, bagaimana dan apa hubungannya dengan perolehan suara.” Pertanyaan-pertanyaan itu jelas tidak mungkin dijawab oleh pemohon sebab pemohon tidak punya kewenangan sebagai polisi yang boleh memeriksa, menangkap dan meminta informasi.

Dengan kata lain, MK menuntut pemohon menyediakan bukti-bukti setingkat audit forensik. Bagaimana pemohon bisa memberikannya? Pemohon cuma diberi waktu tiga hari untuk mengajukan gugatan. Lagipula pemohon tidak memiliki hak dan wewenang melakukan audit forensik. Padahal dimana-dimana pengadilan pemilu, yang dibutuhkan dari pemohon adalah mengungkapkan adanya irregularities atau ketidak-tertiban (dalam prosedur atau tahapan pemilu).

Selebihnya MK bergerak sendiri, misalnya dengan memerintahkan dilakukannya audit forensik, kalau memang hal itu yang dibutuhkan untuk memberi MK keyakinan. Atau dengan kewenangannya atas kepolisian dan intelijen, MK bisa menemukan bukti-bukti yang mereka butuhkan. MK pura-pura tidak paham atas impossibility di atas. Dengan kata lain, peradilan ini hanya peradilan pura-pura saja alias sandiwara. Siap-siaplah ke-9 hakim MK dituntut pertanggungjawaban mu oleh yang Maha Kuasa di akhirat nanti. Selamat menikmati kemenangan sandiwara mu itu!. (Fahad Hasan)