BataraNews.com-Siapa masyarakat DKI Jakarta yang tidak kenal dengan Bank DKI? Bank yang setiap tahun selalu menyalurkan anggaran Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan kartu-kartu lainnya seperti JakCard dan JakOne. Dulu Bank DKI bernama Bank Pembangunan Daerah Djakarta Raya. Dan, kini Bank DKI memiliki pemegang saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebanyak 99.98 persen dan PD Pasar Jaya sebanyak 0.02 persen.

Pada tahun 2017, Tim Investigator KA menemukan bahwa laba tahun berjalan Bank DKI adalah sebesar Rp 712.1 miliar. Sedangkan laba pada tahun 2016 sebesar Rp 645.1 miliar, dan pada tahun 2015 sebesar Rp 413.3 miliar. Laba Bank DKI ini setiap tahun selalu naik. Rata-rata kenaikan Bank DKI per tahun sekitar Rp 529.6 miliar. Kenaikan rata-rata ini sesungguhnya amat tinggi untuk sekelas Bank DKI.

Tetapi, tingginya rata-rata laba Bank DKI ini tidak begitu membanggakan, lantaran terkesan mengelabui saja. Sebab ketika dilakukan pengukuran oleh Tim Investigator KA, dengan cara melihat pertumbuhan labanya, ternyata pada tahun 2017 pertumbuhan laba Bank DKI Jakarta turun dratis. Di mana pertumbuhan Bank DKI hanya sebesar Rp 67 miliar.

Sedang pertumbuhan laba Bank DKI pada tahun 2016 bisa sampai sebesar Rp 413.3 miliar. Jadi dari tahun 2016 ke tahun 2017, Bank DKI sebetulnya mengalami penurunan laba yang amat signifikan, yaitu sebesar Rp 346.2 miliar.

Turunnya laba ini disebabkan adanya penurunan pendapatan Bank DKI pada tahun 2017. Pada tahun 2016, pendapatan Bank DKI bisa sampai sebesar Rp 2,5 triliun, tapi pada tahun 2017 hanya sebesar Rp 2 triliun.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)