Investasi USD20 Juta, tak Ada Manfaat untuk Krakatau Steel?

Spread the love

BataraNews.com-Pada tahun 2009, PT Krakatau Steel (PT KS) bermaksud untuk merevitalisasi pabrik Direct Reduction yang memproduksi besi spons. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi menggunakan teknologi HYL Zero Reformer Process dan meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 5.800 TPD.

Program tersebut diharapkan sedapat mungkin tetap memakai peralatan dan desain asli serta memodifikasi peralatan dan sistem lama yang disatukan dengan peralatan baru. Akan tetapi, proyek Revitalisasi Direct Reduction Plant Zero Reformer senilai USD20,145,069.00 dan Rp363.058.258.490,00 ini disinyalir belum memberikan manfaat dan tidak ada kepastian pengoperasian.

Berdasarkan dokumen yang diterima Tim Investigator KA, latar belakang untuk melaksanakan revitalisasi pabrik Direct Reduction karena beberapa hal sebagai berikut:

A. Sampai dengan tahun 2004 terjadi penurunan pasokan natural gas dari PT Pertamina (Persero) baik secara kualitas, volume, maupun tekanan

B. Umur existing reformer pada saat itu sudah mencapai lebih dari 30 tahun.

Lebih lanjut, berdasarkan analisis pemeriksaan Tim Investigator KA terhadap dokumen progres pekerjaan, konfirmasi dan observasi terhadap pelaksanaan revitalisasi Direct Reduction Plant (DR) Zero Reformer, diketahui bahwa:

A. Perjanjian pendanaan batal dan PT KS harus membayar commitment fee sebesar EUR21,929.82 dan USD37,606.39.

B. Pelaksanaan performance test tertunda karena insiden kebakaran PGH-2.

C. Keputusan Settlement Agreement tidak mempertimbangkan jaminan operasi pabrik DR.

D. Terdapat pelaksanaan dua kontrak Revitalisasi DR Plant yang belum dilakukan pembayaran.

Hal tersebut terjadi karena Direksi mengambil keputusan untuk menghentikan Slab Steel Plant (SSP), mengingat harga beli slab lebih murah di pasaran dibandingkan dengan diproduksi sendiri di SSP.

Sehingga mengakibatkan Investasi revitalisasi DR Plant Zero Reformer senilai USD20,145,069.00 belum memberikan manfaat bagi PT KS. Dan, PT KS tidak memiliki jaminan keberhasilan penerapan teknologi Zero Reformer.

Atas permasalahan tersebut, publik menuntut agar Direksi PT. Krakatau Steel melakukan mitigasi risiko atas kelangsungan pengoperasian DRP Zero Reformer. Sehingga invetasi yang ditanamkan pada Proyek Revitalisasi DR Plant Zero Reformer memberikan manfaat yang optimal bagi perusahaan.

Selain itu juga harus dilakukan performance test untuk memastikan DRP Zero Reformer berfungsi dengan baik dan manfaat yang direncanakan dapat tercapai.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)