Empat Satker di KKP terus Mengulang Ketidakwajaran

Spread the love

BataraNews.com-Kelebihan pembayaran perjalanan dinas sebesar Rp 1,19 miliar di Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2016 menarik untuk diketahui publik. Pasalnya kelebihan tersebut terjadi pada empat satuan kerja (satker), yang terjadi secara berulang. Diketahui dari laporan yang diperoleh Tim Investigator KA, bahwa keempat satker tersebut terus mengulangi  kesalahannya dalam perjalanan dinas yang tidak wajar ini.

Dan, hasil penulusuran Tim Investigator KA menunjukkan, terdapat 20 temuan yang bermasalah, yaitu dalam perjalanan dinas di empat sakter pada lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Meski lima yang dilampirkan, tapi mungkin sudah cukup membuat perut publik melilit menahan mual.

Misalnya saja pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, ditemukan bukti tiket pesawat yang dipertanggungjawabkan oleh pelaksana perjalanan dinas diketahui palsu. Besar anggaran pada bukti tiket yang diduga palsu tersebut sebesar Rp224.002.700.

Kemudian yang kedua pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara. Ditemukan duplikasi biaya perjalanan dinas yang dibayarkan sebesar Rp15.455.000.

Ketiga, pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, ditemukan perjalanan dinas sebesar Rp295.844.000 tidak dapat diyakini kebenarannya. Lantaran perjalanan dinas tersebut tidak sesuai dengan manifest yang dilampirkan dalam dokumen pertanggungjawaban.

Keempat, pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bintan, ditemukan kelebihan pembayaran perjalanan dinas sebesar Rp5.965.331. Ini disebabkan karena ketidaksesuaian dengan batas tertinggi Standar Biaya Masukan Tahun 2016 dalam pemberian uang harian dalam kota dan uang harian fullboard, kelebihan harga tiket pesawat, dan kelebihan harga penginapan. Kelima, pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Konawe Selatan, terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp9.060.000 atas selisih nilai tranksaksi. (Fahad Hasan&Tim Investigator KA)