Spread the love

BataraNews.com-Untuk diketahui, tahun 2018 Pelindo III punya rencana investasi sebesar Rp 12 triliun. Dari Investasi Rp 12 triliun ini, Pelindo III sudah menandatangani tiga kontrak senilai lebih dari Rp 1,2 triliun untuk proyek pengembangan Infrastruktur di sektor Maritim.Investasi sebesar Rp 12 triliun PT. Pelindo III ini dinilai publik terlalu bernafsu, karena laba perusahaan pada akhir tahun 2017 saja, laba komprehensip tahun berjalan mengalami penurunan sebesar Rp 669 miliar.

Dimana pada tahun 2016, laba komprehensip Pelindo III masih sebesar Rp 2,6 triliun. Dan, laba pada tahun 2017 hanya sampai sebesar Rp 2 triliun. Jadi laba Pelindo dari tahun 2016 ke tahun 2017, mengalami penurunan sebesar Rp 669 miliar.Penurunan Laba perusahaan Pelindo III bukan disebabkan oleh adanya penurunan dari pendapatan perusahaan. Dimana pendapatan Pelindo III pada tahun 2016 sebesar Rp 7,5 triliun, dan pendapatan Pelindo pada tahun 2017 sebesar Rp 8,9 triliun.

Jadi pendapatan Pelindo III dari tahun 2016 ke tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,3 triluun. Kenaikan pendapatan perusahaan yang lumayan besar. Meskipun Pendapatan Pelindo III pada tahun 2017 lumayan besar, tetapi imbas kepada pendapatan laba sangat menurun. Hal ini disebabkan adanya beban pemborosan anggaran pengeluaran Pelindo III.

Anggaran pengeluaran Pelindo III yang membuat beban perusahaan adalah seperti beban operasional perusahaan yang sampai sebesar Rp 5,6 triliun, dan anggaran untuk membayar bunga pinjaman perusahaan sebesar Rp 600.1 miliar dalam tahun 2017.

Dan yang baru dibicarakan Tim Investigator KA ini, baru mengenai pemborosan anggaran Pelindo III. Belum membicarakan adanya potensi kerugian negara atau anggaran korupsinya Pelindo III.

Klarifikasi Pelindo III

Terkait dengan berita di atas VP Corporate Communication Pelindo III, Wilis mengkonfirmasi lewas pesan pendek. Menurutnya tidak ada realisasi investasi sebanyak Rp12 Triliun di Pelindo III. Sedangkan penggunaan anggaran 2018, menurutnya sudah sesuai RKAP perusahaan dan sudah dipertanggungjawabkan melalui RUPS.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)