Spread the love

BataraNews.com-Sudah berulangkali blog ini menulis tentang hubungan komunisme dengan zionisme sebagai hubungan ‘anak-bapak’. Maka ketika muncul kabar tentang upaya pemerintah komunis Cina untuk mensekulerkan Indonesia, kami tidak terlalu terkejut. Meski biasanya urusan sekulerisme, liberalisme dan sebagainya adalah pekerjaannya anak-anak zionisme yang lain, seperti orang-orang JIL atau Syiah dan lain-lain yang bukan komunis.

Seperti dilaporkan situs Yes Muslim baru-baru ini, Tiongkok menginginkan Muslim yang merupakan 85 persen dari 240 juta penduduk Indonesia menjadi sekuler. Sekulerisasi itu bertujuan untuk membuat Muslim di Indonesia ‘welcome’ dengan kepentingan Tiongkok yang sekarang sudah hampir menguasai Indonesia, terutama setelah naiknya rezim petahana.

Menurut laporan itu, WikiLeaks merilis sebuah kawat rahasia Kedubes AS di Beijing yang berisi pertemuan Kemlu Tiongkok dan AS, dimana disebutkan bahwa Tiongkok berencana untuk membuat umat Muslim Indonesia menjadi sekuler.

“Beijing seeks to promote secular Islam in Indonesia by encouraging interaction with China’s 20 million Muslims. In recent years, the United States and China have coordinated in providing assistance to Indonesia following natural disasters. Beijing sees such cooperation as a model for further such regional cooperation, DG Hu said.” kawat diplomatik yang dibocorkan Wikileaks menyebutkan.

Dalam dokumen WikiLeaks dengan kode referensi Beijing 1448 itu disebutkan bahwa saat itu berlangsung pertemuan antara Wakil Menlu Tiongkok Cui Tiankai dan Dirjen Urusan Asia Kemlu Tiongkok Hu Zhengyue dengan fihak pejabat Kemlu AS Eric John.

Bagaimana cara Beijing mensekulerkan Muslim Indonesia? Menurut Hu, hal itu dilakukan dengan mendorong hubungan muslim Indonesia dengan muslim Tiongkok. Dengan demikian, Muslim Indonesia bisa terpengaruh dengan sifat Muslim Tiongkok di mana pemerintah Tiongkok sangatlah ketat terhadap para pemeluk agama, khususnya Islam. Bahkan, Tiongkok tidak segan-segan melakukan tindakan repressif terhadap kaum Muslimin di Tiongkok,seperti yang terjadi di Provinsi Uigur.(Fahad Hasan)