BataraNews.com-Pada tahun anggaran 2017 Lembaga Televisi Republik Indonesia (TVRI) diduga menyalahgunakan anggaran negara untuk membeli alat tulis kantor (ATK) dan alat rumah tangga. Pembelian diduga tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya alias fikttif.

Diketahui, realisasi belanja barang berupa belanja ATK dan Alat Rumah Tangga yang diduga fiktif tersebut adalah senilai Rp275.972.400. Dari dokumen yang dimiliki tim diketahui, pada saat uang diberikan kepada beberapa staf TVRI yang bertanggung jawab membeli ATK dan Alat Rumah Tangga tersebut, ternyata hanya kuitansi atau bukti bodong.

Misalnya saja pembelian alat rumah tangga untuk studio alam, pesawat telepon, dan tempat sampah tepatnya pada tanggal 10 April 2018 di salah satu Toko milik Hr, Kebayoran Baru, Jakarta. Diketahui, kuitansi pembelian alat rumah tangga sebesar Rp87.147.500 tersebut bukan berasal dari toko Hr.

Nyatanya tidak ada karyawan bernama Sdri Edan, Sdr. Ad serta tidak ada pembelian kepada Toko Hr sebesar masing-masing Rp44.550.000 dan Rp42.597.500 sebagaimana tertulis dalam kuitansi pembelian. Sehingga dapat dipastikan bahwa kuitansi pembelian pesawat telepon dan tempat sampah sebesar Rp41.387.500 tersebut bukan berasal dari toko MJ. Dan, lebih parah lagi, toko MJ juga tidak menjual pesawat telepon dan tempat sampah sebagaimana tertulis dalam kuitansi pembelian pada dokumen pertanggungjawaban. Artinya, ini realisasi belanja barang berupa ATK dan alat rumah tangga yang fiktif.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)