BataraNews.com-Diketahui, pada tahun 2017 utang PT Wijaya Karya pada 4 perusahaan perbankan terus meningkat, yaitu menjadi sebesar Rp 1,2 trilun. Peningkatan utang perusahaan ini dinilai publik hanya bikin beban keuangaan saja, lantaran harus membayar pokok bunga.

Padahal pada tahun 2016, utang PT Wijaya Karya hanya sebesar Rp 979.7 miliar, dan pada tahun 2017 meningkat menjadi sebesar Rp 2,2 triliun.

Utang PT Wijaya Karya ini di antaranya kepada perbankan seperti Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan PT Sarana Multi Infrastruktur.

Utang PT Wijaya Karya kepada Bank Negara Indonesia pada tahun 2016 hanya sebesar Rp 270.7 milyar, dan pada tahun 2017 sudah menjadi sebesar Rp 1,1 triliun. Sementars utang pada Bank Mandiri pada tahun 2016 hanya sebesar Rp 478.3 milyar, pada tahun 2017 sudah menjadi sebesar Rp 800 miliar.

Sedangkan utang pada Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2016 hanya sebesar Rp 180.6 milyar, pada tahun 2017 sudah menjadi sebesar Rp 271.3 milyar. Kemudian pada PT Sarana Multi Infrastruktur pada tahun 2016 hanya sebesar Rp 50 miljar dan pada tahun 2017 sudah menjadi sebesar Rp 100 miliar.

Menurut dokumen yang diterima oleh Tim Investigator KA, bahwa tujuan PT Wijaya Karya berhutang kepada empat perbankan tersebut adalah untuk mendapat fasilitas kredit modal kerja. Tapi, bunga utang yang berasal dari fasilitas kredit modal kerja ini cukup tinggi, dari 8,5 persen sampai 9,25 persen.(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)