Spread the love

BataraNews.com-Di tahun 2017 adalah tahun yang sangat memberatkan bagi perusahaan BUMN yakni PT Jasa Marga (persero). Bagimana tidak memberatkan, perusahaan yang punya panjang jalan tol 680 km dari total konsesi jalan tol sepanjang 1.260 Km ini harus menanggung utang yang kian melambung tinggi sekali.

Dimana diketahui, pada tahun 2016 utang bank Jasa Marga yang hanya sebesar Rp 11,9 triliun, pada tahun 2017 sudah menjadi sebesar Rp 21,7 triliun. Jadi dari tahun 2016 ke tahun 2017, utang bank Jasa Marga meningkat atau melambung tinggi sebesar Rp 9,7 triliun.

Rincian pada data Tim Investigator KA menunjukkan, utang bank Jasa Marga yang paling tinggi adalah kepada Bank CMB Niaga, Maybank Indonesia, dan Bank Central Asia (BCA). Bahkan, utang Jasa Marga dari perbankan ini, diketahui juga untuk pembiayaan modal kerja dan pembiayaan proyek jalan tol JORR II seksi E1 dan E3.

Secara logika, mungkin utang Jasa marga kepada perbankan ini sangat memberatkan perusahaan. Karena keuntungan perusahaan setiap tahunnya hanya mencapai sekitar Rp 2 triliun per tahun. Jika boleh ditaksir, utang bank Jasa Marga yang sudah mencapai Rp 21,7 triliun itu, maka dibutuhkan 5 tahunan untuk bisa membayar, baru bisa lunas.

Hal ini baru bicara utang perbankan saja. Perusahaan yang dipimpin oleh Direktur Utama Desi Arryani menurut publik sudah terlihat ngos-ngosan dalam pengelolaan keuangan. Belum lagi kalau bicara utang obligasi perusahaan. Sepertinya Jasa Marga  bisa sesak napas dan susah dalam melunasi utang-utangnya tersebut.Sehingga, mungkin, sebab banyaknya utang Jasa Marga seperti dijelaskan di atas, mengakibatkan jalan tol yang dioperasionkan banyak yang rusak dan berlubang. Maklumlah, menurut publik perusahaan harus berpikir untuk bayar utang dulu daripada mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan jalan tol. Benarkah demikian?(Fahad Hasan&Tim Investigator KA)