Diduga, Pengadaan Tenaga Kerja Pendukung SKK Migas Menyimpang Rp4,21 M

Spread the love

BataraNews.com-Pelaksanaan pengadaan tenaga kerja pendukung di SKK Migas benar-benar mengecewakan publik. Pasalnya, pada tahun 2016 pembayaran senilai Rp1.098.788.044 atas 10 kontrak tidak didukung dengan bukti pembayaran kepada pihak ketiga.

Sebelumnya, atas pengadaan tenaga kerja pendukung tersebut pun diketahui ada indikasi mark up sekian miliar rupiah, atau secara nominalnya adalah sebesar Rp3.120.853.117. Maka jika kita akumulasikan, total perkiraan penyimpangan anggaran negara di SKK Migas atas pengadaan tenaga kerja pendukung mencapai Rp 4,21 miliar.

Maka atas nilai yang diduga ada penyimpangannya tersebut, seharusnya pihak Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) sudah mengusutnya, karena untuk temuan kali ini 10 kontrak yang dilaksanakan oleh SKK Migas atas pengadaan tenaga kerja pendukung tidak ada bukti yang didukung. Sehingga, tidak heran jika publik akan menduga, atas permasalahan tersebut, diduga terjadi penyalahgunaan anggaran negara sekian miliar rupiah di SKK Migas. Selain itu, pengadaan tenaga kerja pendukung SKK Migas ini pun merupakan salah satu temuan atas kewajaran belanja SKK Migas yang mengungkapkan banyak masalah.(Fahad Hasan&Tim Investigator LJ)